Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dilengkapi Asrama hingga Kolam Retensi

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Rakyat Soreang Bandung, Jawa Barat. Dok/Birkompu

Sekolah Rakyat Soreang Bandung, Jawa Barat. Dok/Birkompu

Infobandungnews – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat II yang berlokasi di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Dibangun di kawasan perbukitan dengan suasana yang sejuk dan asri, sekolah ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Selain itu, berbagai fasilitas pendidikan berstandar internasional juga disiapkan guna menunjang kegiatan belajar mengajar agar berlangsung lebih efektif dan berkualitas.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang modern dan memadai.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” kata Dody, dikutip Jumat (10/7/2026).

Akses Mudah dan Lokasi yang Menguntungkan

Tak hanya menghadirkan suasana belajar yang nyaman, Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung juga berada di lokasi yang mudah dijangkau. Sekolah ini berjarak sekitar 10 menit dari Gerbang Tol Soreang serta berada dekat dengan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, menjelaskan bahwa letak geografis kawasan menjadi salah satu nilai lebih yang dimiliki Sekolah Rakyat tersebut, sehingga mendukung kenyamanan dan kemudahan akses bagi seluruh warga sekolah.

“Dari sisi aksesibilitas, lokasinya cukup dekat dengan Gerbang Tol Soreang, sekitar 10 menit. Kemudian dekat juga dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Untuk iklimnya atau suhunya juga relatif dingin dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Tomi.

Selain mengutamakan kenyamanan proses belajar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memastikan kawasan Sekolah Rakyat dirancang agar mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Mengingat sekolah berada di daerah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, dibangun sistem drainase terpadu yang didukung oleh tiga kolam retensi.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, menjelaskan bahwa keberadaan kolam retensi tersebut berfungsi menampung dan mengendalikan aliran air hujan, sehingga dapat meminimalkan risiko genangan maupun banjir, baik di area sekolah maupun di lingkungan permukiman di sekitarnya.

Baca Juga :  PARITRANA AWARD 2021 Penghargaan bagi Pemda/Badan Usaha Peduli Jamsostek

“Salah satu kelebihan Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung ini adalah kami membangun tiga kolam retensi di area site untuk mengendalikan banjir ketika curah hujan cukup tinggi, sehingga air dari sistem drainase kawasan tidak meluap ke permukiman warga,” jelasnya.

Ketiga kolam retensi tersebut memiliki luas sekitar 620 meter persegi, 710 meter persegi, dan 240 meter persegi dengan kapasitas tampung masing-masing mencapai 1.550 meter kubik, 1.775 meter kubik, dan 600 meter kubik. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kawasan pendidikan yang aman, nyaman, dan adaptif terhadap perubahan cuaca.

Upaya Percepatan Pembangunan

Guna memastikan pembangunan rampung sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan berbagai langkah percepatan. Salah satunya dengan menambah jumlah pekerja serta memberlakukan sistem kerja tiga shift yang berlangsung selama 24 jam setiap hari.

Percepatan juga dilakukan pada tahap penyelesaian akhir bangunan melalui penerapan teknologi stick on wall berbahan UPVC sebagai alternatif pengganti proses plester dan acian pada sejumlah bagian bangunan. Di sisi lain, distribusi material maupun peralatan konstruksi terus dioptimalkan agar seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan total luas bangunan mencapai 26.876,43 meter persegi. Proyek senilai Rp264,7 miliar tersebut saat ini telah mencatat progres fisik sebesar 84,8 persen.

Kompleks pendidikan ini nantinya akan dilengkapi beragam sarana dan prasarana, meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, dapur, kantin, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Dengan kelengkapan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi kawasan pendidikan yang modern, representatif, dan nyaman, sehingga mampu menunjang proses pembelajaran sekaligus mencetak generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

Berita Terkait

Mulai 17 Agustus 2026, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari: Berlaku Bertahap di 41 Daerah
Dudung Ungkap Alasan Kabupaten Bandung Jadi Prioritas Sekolah Rakyat, Empat Lokasi Disiapkan
AHY Resmi Buka Karapan Sapi Piala AHY, Tegaskan Budaya Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan
Presiden Prabowo Lantik 1.204 Praja IPDN Angkatan XXXIII, Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Rakyat
Menteri HAM Natalius Pigai Peringatkan Bahaya Main Hakim Sendiri, Soroti Sayembara Tangkap Begal
Mendag Budi Santoso: Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Pusat Kakao Premium Dunia
Menteri Perdagangan RI Kunjungi Stand Simpul Cocoa Bandung di IICC 2026, Apresiasi Produk Kakao Lokal
Baru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S Deyang Pilih Mundur, Ada Apa?

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Mulai 17 Agustus 2026, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari: Berlaku Bertahap di 41 Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Dudung Ungkap Alasan Kabupaten Bandung Jadi Prioritas Sekolah Rakyat, Empat Lokasi Disiapkan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:10 WIB

AHY Resmi Buka Karapan Sapi Piala AHY, Tegaskan Budaya Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:52 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Praja IPDN Angkatan XXXIII, Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 19:18 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Peringatkan Bahaya Main Hakim Sendiri, Soroti Sayembara Tangkap Begal

Berita Terbaru