Farhan Tegaskan Tak Ada Lagi Pedagang Cuanki dan Nongkrong Hingga Larut Malam di Depan Pusdai Bandung

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan penataan kawasan di sekitar Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat. Salah satu perhatian utama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan adalah keberadaan pedagang kaki lima, khususnya penjual cuanki, yang selama ini beraktivitas di depan kawasan tersebut.

Farhan menegaskan, area depan Pusdai harus terbebas dari aktivitas berjualan maupun tempat berkumpul hingga larut malam. Menurutnya, lokasi tersebut harus ditertibkan dan keramaian yang berlangsung pada malam hari harus dibubarkan.

Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tetap akan dijalankan meskipun menuai kritik maupun sindiran dari berbagai pihak. Baginya, penataan kawasan Pusdai merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Tidak hanya pedagang cuanki, masyarakat juga diimbau untuk tidak menjadikan kawasan Pusdai maupun lokasi lain yang rawan keributan sebagai tempat berkumpul hingga larut malam. Pemerintah Kota Bandung membatasi aktivitas tersebut hingga pukul 24.00 WIB.

Baca Juga :  Liburan Kreatif dan Menghasilkan, Yuk ke Splendore Workshop

Menurut Farhan, langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya perhatian terhadap persoalan keamanan di Kota Bandung, terutama maraknya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar selama masa libur sekolah, termasuk aksi kriminalitas seperti begal.

Pemkot Bandung, kata Farhan, akan mengedepankan langkah penegakan aturan yang dibarengi dengan pembinaan guna menekan potensi terjadinya tindak kekerasan di masyarakat.

Selain itu, untuk mengantisipasi aksi begal, Pemerintah Kota Bandung telah menginstruksikan seluruh wilayah untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan ronda malam.

Melalui gerakan “warga jaga warga, warga jaga kota”, seluruh kelurahan dan kecamatan diminta berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta memastikan kawasan yang diawasi tidak menjadi ruang yang mudah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Berita Terkait

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas
Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026
Viral Kopdes Merah Putih Disebut Berdiri di Puncak Gunung, Pemdes Gunungmasigit Akhirnya Buka Suara
Puluhan KK Tercatat di Restoran dan Tempat Karaoke, Bandung Perketat Verifikasi Domisili SPMB
Warga Padalarang Blokade Gerbang Pabrik, Protes Dugaan PHK Sepihak Delapan Pekerja Lokal
Jelang Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur dan Akses Transportasi
JPO Terminal Cicaheum Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Kawasan untuk Depo BRT

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:14 WIB

Viral Kopdes Merah Putih Disebut Berdiri di Puncak Gunung, Pemdes Gunungmasigit Akhirnya Buka Suara

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:59 WIB

Puluhan KK Tercatat di Restoran dan Tempat Karaoke, Bandung Perketat Verifikasi Domisili SPMB

Berita Terbaru