Harga Referensi Biji Kakao Agustus 2026 Melonjak, Kemendag Sebut Dampak El Nino dan Gangguan Pasokan

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) dan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao untuk periode 1–31 Agustus 2026 mengalami kenaikan tajam. Lonjakan tersebut dipicu terganggunya pasokan global akibat cuaca ekstrem, serangan hama, serta menurunnya produksi di negara-negara penghasil kakao utama di Afrika Barat yang diperparah oleh fenomena El Nino.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa HR biji kakao untuk Agustus 2026 ditetapkan sebesar US$5.424,96 per metrik ton (MT). Nilai tersebut meningkat US$1.455,41 atau 36,66 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao juga mengalami peningkatan menjadi US$5.064 per MT, atau naik US$1.418 setara 38,90 persen.

“Penetapan HR dan HPE tersebut mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan global. Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi gangguan pasokan di negara-negara produsen utama Afrika Barat akibat serangan hama, cuaca buruk, dan penurunan produksi yang dipicu fenomena El Nino,” ujar Tommy di Jakarta, Sabtu (1/8).

Seiring kenaikan tersebut, pemerintah menetapkan bea keluar (BK) biji kakao sebesar 7,5 persen untuk periode 1–31 Agustus 2026. Kebijakan ini mengacu pada PMK Nomor 38 Tahun 2024 yang telah diperbarui melalui PMK Nomor 68 Tahun 2025.

Selain itu, pungutan ekspor (PE) biji kakao juga tetap dipatok sebesar 7,5 persen, sesuai ketentuan dalam PMK Nomor 69 Tahun 2025 yang telah diubah melalui PMK Nomor 9 Tahun 2026.

Baca Juga :  Satgas Citarum Harum Sektor 6 Edukasi Masyarakat Melalui Komunikasi Sosial Tentang Citarum Harum

Di sektor lain, Kemendag menyebutkan bahwa HPE produk kulit pada Agustus 2026 tidak mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, HPE getah pinus naik menjadi US$1.013 per MT, atau meningkat sekitar 1,10 persen dibandingkan Juli 2026.

Untuk komoditas hasil kehutanan, nilai HPE menunjukkan pergerakan yang beragam. Beberapa produk kayu mengalami kenaikan, seperti veneer dari hutan alam dan kayu olahan dengan ukuran penampang tertentu, terutama yang berasal dari jenis rimba campuran, jati, balsa, eucalyptus, dan jenis kayu lainnya.

Sebaliknya, sejumlah produk kayu lainnya mengalami penurunan HPE, di antaranya veneer dari hutan tanaman, wooden sheet for packing box, wood in chips or particle, serta beberapa jenis kayu olahan seperti meranti, merbau, eboni, akasia, pinus, gmelina, sengon, dan karet.

Sementara itu, HPE untuk keping kayu, kayu olahan tertentu dari hutan tanaman jenis sungkai, serta produk kayu olahan khusus dari jenis merbau dengan ukuran penampang tertentu tercatat tidak mengalami perubahan.

Seluruh ketentuan mengenai penetapan HR CPO, HR dan HPE biji kakao, produk kulit, produk kayu, serta getah pinus dituangkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1667 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum.***

Sumber CNN Indonesia

Berita Terkait

Batik Walk 2026 Jadi Ruang Promosi Wastra Sunda dan Regenerasi Pembatik Muda Jabar
Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, atau Galaxy Z Flip8: Mana HP Lipat Terbaik Untukmu di 2026?
Christopher Nolan Hadirkan Interpretasi Modern dari Kisah Epik “The Odyssey’’
KAI Pariwisata Siapkan Garut Jadi Destinasi Wisata Kereta Api Unggulan, Okupansi KA Papandayan Panoramic Tembus 100 Persen
Olahraga Dan Kuliner di Podomoro Park Bandung, Jadi Destinasi Favorit Warga Bandung Selatan
Peternak Blak-blakan Ungkap Dampak MBG ke Penjualan Ayam dan Telur
Lele atau Kembung? Kenali Perbedaan Gizi dan Risiko Merkurinya Sebelum Memilih
Pensiun Tetap Produktif: Usaha Ternak Ikan Cepat Panen Jadi Peluang Cuan Menjanjikan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Batik Walk 2026 Jadi Ruang Promosi Wastra Sunda dan Regenerasi Pembatik Muda Jabar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, atau Galaxy Z Flip8: Mana HP Lipat Terbaik Untukmu di 2026?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Harga Referensi Biji Kakao Agustus 2026 Melonjak, Kemendag Sebut Dampak El Nino dan Gangguan Pasokan

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:41 WIB

Christopher Nolan Hadirkan Interpretasi Modern dari Kisah Epik “The Odyssey’’

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:30 WIB

KAI Pariwisata Siapkan Garut Jadi Destinasi Wisata Kereta Api Unggulan, Okupansi KA Papandayan Panoramic Tembus 100 Persen

Berita Terbaru