Batik Walk 2026 Jadi Ruang Promosi Wastra Sunda dan Regenerasi Pembatik Muda Jabar

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batik Walk Jadi Ajang Promosi Batik Jawa Barat

Infobandungnews – Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) kembali menggelar Batik Walk sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Road to Jambore Batik 2026. Acara yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai komunitas batik.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana jalan santai dengan mengenakan busana batik, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali kekayaan dan keberagaman wastra khas Tatar Sunda. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi pembatik, khususnya di kalangan generasi muda Jawa Barat.

Pelaksanaan Batik Walk kali ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan peringatan HUT YBJB yang ke-18. Selain mengangkat budaya dan tradisi batik, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk mereka.

Dorong UMKM Batik Naik Kelas

Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf,

Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf, menilai keterlibatan perajin dan pelaku UMKM lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing industri kreatif di Jawa Barat.

“Leveling up UMKM juga berarti ya, jadi ada stand bazar juga dari beberapa pengrajin UMKM di sekitar Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, juga mendukung UMKM kuliner. Dan kebetulan Batik Walk ini sudah dilaksanakan yang kedua kali oleh Yayasan Batik Jawa Barat, dan tahun ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Yayasan Batik Jawa Barat ke-18,” ujar Sendy Dede Yusuf di sela-sela kegiatan Batik Walk, Minggu 9 Agustus 2026.

Menurut Sendy, pengembangan batik membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. YBJB pun menggandeng Bank Indonesia serta sejumlah dinas terkait untuk memperkuat pemahaman pelaku UMKM terhadap layanan keuangan sekaligus memastikan keberlanjutan regenerasi pembatik di 27 kabupaten/kota Jawa Barat.

“Kita kolaborasi dengan Bank Indonesia supaya para pengrajin UMKM itu juga melek perbankan, bagaimana cara meminjam, bagaimana cara pembayaran menggunakan QRIS. Nanti ada yang menarik lagi, launching batik difabel dari binaan Dekranasda, Dinas Sosial, dan Koperasi. Kita berharap agar batik yang saat ini sudah ada di 27 kota/kabupaten daerah pembatikan di Jawa Barat bisa semakin dikenal lagi oleh masyarakat, baik motif, corak, warna, maupun karakternya, serta terjadi regenerasi pembatik. Kalau orang bilang mencintai batik, cintailah dengan cara mau membeli dari perajinnya dan bangga memakainya,” tuturnya.

Digitalisasi Jadi Kunci Penguatan UMKM

Dukungan terhadap pengembangan UMKM batik melalui digitalisasi juga disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Hendrawan.

Menurutnya, pemanfaatan transaksi non-tunai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing para pelaku usaha batik di tengah perkembangan ekonomi digital.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Raih Penghargaan Terbaik II Pengelolaan Tata Ruang
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Hendrawan.

“Setelah Batik Walk ini tentu memperkenalkan juga bagaimana pembayaran non-tunai, karena pengrajin-pengrajin batik itu juga kita ajarkan bagaimana membayar menggunakan QRIS,”ungkapnya.

Junanto berharap kegiatan Batik Walk dapat semakin mendekatkan batik dengan generasi muda. Selain menjaga warisan budaya, keberadaan UMKM batik juga dinilai memiliki kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapannya tentu menambah kecintaan anak-anak muda terhadap batik, dan tentu ini adalah salah satu sektor pendukung pertumbuhan ekonomi, jadi penyerapan tenaga kerja. Ini yang kita coba dorong agar pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat bisa semakin solid dengan adanya UMKM batik,” tegas Junanto Hendrawan.

Batik Didorong Hadir di Sektor Pariwisata

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan, menilai promosi batik perlu diperluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Ia mendorong agar batik dan busana tradisional dapat semakin banyak digunakan dalam sektor pelayanan publik, perhotelan hingga berbagai fasilitas yang menjadi pintu masuk wisatawan ke Jawa Barat.

“Mari kita sama-sama mempromosikan masalah batik. Saya sudah minta ke PHRI sebetulnya, bisa enggak semua pelayannya itu menggunakan batik atau kebaya. Di bandara pun demikian, mudah-mudahan nanti Husein [Sastranegara] bisa kita dorong menggunakan batik,” ujar Iendra Sofyan.

Menurut Iendra, penggunaan batik di berbagai ruang publik bukan hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga dapat memperkuat identitas Jawa Barat di mata wisatawan.

Bandara Husein Jadi Peluang Baru UMKM

Iendra juga melihat rencana dibukanya kembali operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara sebagai kesempatan untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata sekaligus membuka pasar baru bagi produk UMKM lokal.

“Mudah-mudahan nanti Husein dibuka tanggal 14 Agustus sehingga bisa mendatangkan lagi pariwisata. Tentunya UMKM juga harus lebih siap lagi menjual batik dan produk-produknya di Husein, paling tidak supaya bisa lebih terkenal lagi dan memberikan dampak ekonominya,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Hendrawan bersama Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf pada Batik Walk 2026 di Kota Bandung. Minggu (9/8/2026)

Menuju Jambore Batik 2026

Kolaborasi antara komunitas batik, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta para pelaku UMKM diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan industri batik di Jawa Barat.

Lebih dari sekadar perhelatan budaya, Batik Walk diharapkan menjadi momentum untuk memperluas promosi wastra lokal, memperkuat ekonomi kreatif, meningkatkan kapasitas UMKM, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik.

Kegiatan ini pun menjadi salah satu langkah menuju puncak rangkaian Jambore Batik 2026, dengan harapan batik Jawa Barat semakin dikenal, dicintai, digunakan, dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun global. ***

Berita Terkait

Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, atau Galaxy Z Flip8: Mana HP Lipat Terbaik Untukmu di 2026?
Harga Referensi Biji Kakao Agustus 2026 Melonjak, Kemendag Sebut Dampak El Nino dan Gangguan Pasokan
Christopher Nolan Hadirkan Interpretasi Modern dari Kisah Epik “The Odyssey’’
KAI Pariwisata Siapkan Garut Jadi Destinasi Wisata Kereta Api Unggulan, Okupansi KA Papandayan Panoramic Tembus 100 Persen
Olahraga Dan Kuliner di Podomoro Park Bandung, Jadi Destinasi Favorit Warga Bandung Selatan
Peternak Blak-blakan Ungkap Dampak MBG ke Penjualan Ayam dan Telur
Lele atau Kembung? Kenali Perbedaan Gizi dan Risiko Merkurinya Sebelum Memilih
Pensiun Tetap Produktif: Usaha Ternak Ikan Cepat Panen Jadi Peluang Cuan Menjanjikan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Batik Walk 2026 Jadi Ruang Promosi Wastra Sunda dan Regenerasi Pembatik Muda Jabar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, atau Galaxy Z Flip8: Mana HP Lipat Terbaik Untukmu di 2026?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Harga Referensi Biji Kakao Agustus 2026 Melonjak, Kemendag Sebut Dampak El Nino dan Gangguan Pasokan

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:41 WIB

Christopher Nolan Hadirkan Interpretasi Modern dari Kisah Epik “The Odyssey’’

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:30 WIB

KAI Pariwisata Siapkan Garut Jadi Destinasi Wisata Kereta Api Unggulan, Okupansi KA Papandayan Panoramic Tembus 100 Persen

Berita Terbaru