BGN Suspend SPPG Padalarang Selama 20 Hari Usai Laporan Dugaan Keracunan MBG

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padalarang – Infobandungnews – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara kegiatan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Penghentian tersebut berlaku selama 20 hari.

Kebijakan ini diambil setelah adanya laporan mengenai dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Satuan Tugas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima, menjelaskan bahwa penangguhan operasional atau suspend dari BGN mulai diberlakukan pada Senin (14/9/2026) dan berlangsung hingga 20 hari berikutnya.

“Kalau suspend, dari BGN sudah dilakukan. Jadi, per hari ini sudah suspend selama 20 hari ke depan. Suratnya juga sudah sampai kepada pihak SPPG,” kata Fauzan saat ditemui di SPPG Padalarang Cipendeuy, Senin (14/9/2026).

Setelah surat penangguhan diterima, Satgas MBG Bandung Barat segera melakukan inspeksi terhadap kegiatan operasional SPPG. Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama berkaitan dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP), termasuk tata cara pencucian ompreng.

Fauzan menyampaikan, inspeksi melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Dinas Kesehatan, sekretariat, kepolisian, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta unsur keluarga berencana (KB).

Pemeriksaan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan MBG.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan yang diterima Fauzan, sebanyak 30 orang telah terkonfirmasi sebagai korban.

Dari jumlah tersebut, lima orang sudah diperbolehkan pulang. Sementara itu, 25 orang lainnya masih mendapatkan perawatan di dua rumah sakit dan satu klinik.

Meski demikian, penyebab gangguan kesehatan yang dialami para korban belum dapat dipastikan berkaitan dengan makanan MBG.

Baca Juga :  Saeful Bachri Serap Aspirasi Warga Cilintung Lewat Program Citra Bakti, Fokus pada Air Bersih dan Infrastruktur Jalan

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, menu yang diduga dikonsumsi korban disajikan pada Rabu, sedangkan keluhan kesehatan mulai dirasakan pada Jumat.

“Semua masih dalam pemeriksaan dari sisi kesehatan untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang akibat mengonsumsi menu MBG atau bukan,” ujarnya.

Temuan Mayor dan Minor

Di tengah proses penelusuran penyebab dugaan keracunan, tim Satgas juga mendapati beberapa persoalan dalam pelaksanaan SOP di dapur SPPG.

Fauzan menyebutkan, hasil inspeksi mencakup temuan mayor dan minor. Temuan yang masuk kategori mayor harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum operasional SPPG dapat dilanjutkan.

“Beberapa SOP belum maksimal dilakukan. Ada beberapa catatan, baik yang sifatnya mayor maupun minor. Mayor artinya wajib diperbaiki,” tuturnya.

Salah satu temuan mayor berkaitan dengan pencucian ompreng yang masih dilakukan di lokasi terpisah.

Menurut Fauzan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aspek kesehatan dan kebersihan wadah yang digunakan untuk menyajikan makanan MBG.

“Salah satunya terkait pencucian ompreng yang masih dilakukan di tempat terpisah. Hal tersebut berisiko terhadap kesehatan dan kebersihan ompreng,” ucapnya.

Selain persoalan tersebut, tim juga mencatat sejumlah temuan minor yang berhubungan dengan alur kerja serta penerapan SOP di lingkungan dapur SPPG.

Fauzan mengatakan, pihaknya telah menyampaikan permintaan kepada kepala SPPG agar mitra segera menindaklanjuti dan memperbaiki seluruh catatan yang menjadi kewajibannya.

Ia menegaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pengolahan makanan memenuhi standar yang ditetapkan, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Kami lebih fokus kepada dapur atau SPPG. Intinya, jangan sampai kejadian seperti ini kembali terjadi. Itu yang tidak kita inginkan,” tandasnya.

 

Sumber: Kompascom

Berita Terkait

ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT
BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU
BPBD Kota Bandung Soroti Belum Adanya Pengalihan Aliran Air dari Hulu Usai Banjir di Cipaganti
Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+
Job Fair Majalaya Sediakan Ratusan Lowongan, Kemenaker Apresiasi Inovasi Gerai Bursa Kerja Kabupaten Bandung
Pasar Cijerah Cerah Berbenah, Kini Lebih Bersih dan Nyaman, Food Market Hadir Hidupkan Ekonomi
Hampir 90 Guru Pensiun pada 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Regenerasi Kepala Sekolah
Ngatiyana Percepat Operasional TPST Santion dan Lebak Saat, Cimahi Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:04 WIB

ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Minggu, 1 November 2026 - 09:27 WIB

BPBD Kota Bandung Soroti Belum Adanya Pengalihan Aliran Air dari Hulu Usai Banjir di Cipaganti

Minggu, 1 November 2026 - 09:04 WIB

Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Pasar Cijerah Cerah Berbenah, Kini Lebih Bersih dan Nyaman, Food Market Hadir Hidupkan Ekonomi

Berita Terbaru

Bandung Raya

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Senin, 2 Nov 2026 - 15:51 WIB