WIITEX 2026 Jadi Ajang Promosi Kopi dan Kakao Jawa Barat, Saeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao Menuju Sentra Nasional

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Saeful Bachri (Kedua dari kanan) Bersama KADIN Jabar di WIITEX 2026.(Foto - adalahkabupatenbandung).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Saeful Bachri (Kedua dari kanan) Bersama KADIN Jabar di WIITEX 2026.(Foto - adalahkabupatenbandung).

Infobandungnews – Pameran Kopi dan Kakao yang digelar di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026.

Pameran ini menjadi wadah promosi bagi berbagai produk unggulan Jawa Barat, khususnya komoditas kopi, teh, dan kakao, sekaligus memperkuat daya saing produk daerah di pasar internasional.

Melalui ajang WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama para pelaku usaha berupaya memperluas akses pasar dan membuka peluang kerja sama dengan pembeli maupun investor dari berbagai negara. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kualitas dan keunggulan komoditas perkebunan Jawa Barat yang telah dikenal memiliki cita rasa khas dan berdaya saing tinggi.

Selain menampilkan beragam produk unggulan, pameran tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem industri dan perdagangan daerah serta mendorong peningkatan ekspor komoditas kopi, teh, dan kakao asal Jawa Barat.

Penyelenggaraan WIITEX 2026 diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha, memperluas jaringan bisnis, serta semakin mengukuhkan posisi Jawa Barat sebagai salah satu daerah penghasil kopi, teh, dan kakao berkualitas yang siap bersaing di pasar global.

Pada ajang West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Saeful Bachri, menegaskan bahwa komoditas kakao memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Jawa Barat, sebagaimana halnya kopi yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Menurut Saeful Bachri, pengembangan kakao di Kabupaten Bandung telah menunjukkan perkembangan yang positif. Saat ini, sekitar 100 hektare lahan telah ditanami kakao, terutama di kawasan Pondok Pesantren Al Mukhlis, Nagrak, Kecamatan Cangkuang. Selain itu, wilayah Arjasari juga memiliki banyak lahan yang telah dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kakao.

Baca Juga :  PKB Resmi Usung Ngatiyana dan Adhitia Yudisthira Sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi

“Kabupaten Bandung sudah memiliki sekitar 100 hektare lahan kakao, terutama di kawasan Pondok Pesantren Al Mukhlis Nagrak Cangkuang. Di Arjasari juga banyak lahan gundul yang ditanami kakao. Tanaman ini memiliki perakaran yang baik sehingga cocok untuk membantu menghijaukan kembali lahan-lahan yang kurang produktif,” ujar Saeful Bachri yang selama ini konsisten mendorong pengembangan budidaya kakao.

Ia mengungkapkan, tingginya permintaan industri terhadap produk cokelat menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh Jawa Barat. Selama ini, kebutuhan bahan baku kakao masih banyak dipenuhi dari luar daerah bahkan melalui impor.

“Industri pengolahannya ada di Jawa Barat, tetapi kebutuhan kakaonya masih dipenuhi dari luar. Sekitar 55 persen masih impor, sedangkan 45 persen lainnya didatangkan dari Kendari dan Lampung. Sangat disayangkan apabila peluang sebesar ini tidak mampu kita tangkap,” katanya.

Karena itu, Saeful mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lebih serius mengembangkan sektor kakao sebagai salah satu komoditas unggulan. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung upaya tersebut.

Menurutnya, selain Kabupaten Bandung, sejumlah daerah lain di Jawa Barat seperti Sumedang, Garut, hingga Bogor juga memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan kakao karena masih tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya.

“Selain Kabupaten Bandung, daerah seperti Sumedang, Garut, dan Bogor memiliki potensi yang besar. Masih banyak lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kakao, sehingga Jawa Barat berpeluang menjadi salah satu sentra produksi kakao nasional,” pungkasnya.

Berita Terkait

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT
Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk
Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan
DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan
Harga Jual di Bawah Biaya Produksi, DPRD Jabar Dorong Pemerintah Selamatkan Peternak
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dan Gerakan Pangan Murah Meriahkan Soreang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Sunda

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:51 WIB

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Senin, 13 Juli 2026 - 21:07 WIB

Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:31 WIB

Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:05 WIB

DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:29 WIB

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru