Perpres Baru Tetapkan Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Kebijakan Pertahanan Negara

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara untuk periode 2025-2029. Regulasi tersebut resmi ditandatangani pada 24 Oktober 2025.

Dalam aturan tersebut, pemerintah memasukkan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) ke dalam kategori ancaman nonmiliter terhadap pertahanan negara.

Ketentuan tersebut tercantum dalam lampiran Perpres pada bagian Analisis Ancaman yang membagi ancaman pertahanan negara menjadi tiga kelompok, yaitu ancaman militer, ancaman nonmiliter, dan ancaman hibrida.

Dalam dokumen itu dijelaskan bahwa ancaman nonmiliter merupakan berbagai aktivitas atau upaya tanpa menggunakan senjata yang berpotensi membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara.

Pemerintah juga menegaskan bahwa ancaman nonmiliter dapat muncul dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, keselamatan umum, hingga aspek legislasi.

Lebih lanjut, Perpres tersebut memuat sejumlah contoh ancaman nonmiliter yang perlu mendapat perhatian negara, di antaranya penyebaran ideologi terlarang, menurunnya semangat nasionalisme, penyebaran paham ateisme, separatisme, terorisme, radikalisme, perang informasi, krisis ekonomi, perjudian daring, pinjaman online ilegal, perdagangan ilegal, perompakan, pencurian sumber daya alam, peredaran dan penyalahgunaan narkotika, termasuk penyebaran budaya LGBTQ.

Selain itu, pemerintah juga memasukkan sejumlah potensi ancaman lain yang dinilai perlu diantisipasi, seperti bencana alam, risiko kebocoran instalasi nuklir, biologi, kimia, dan radioaktif, serangan siber, ancaman terhadap objek vital nasional, dampak pemanasan global, hingga wabah penyakit.

Perpres Nomor 111 Tahun 2025 ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan kebijakan umum pertahanan negara selama periode 2025-2029.

Regulasi tersebut juga menjadi rujukan bagi kementerian, lembaga pemerintah, serta pemerintah daerah dalam mendukung sistem pertahanan negara sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

Baca Juga :  Hari Ini Dilantik, Cek Rangkaian Kegiatan Walikota-Wakil Walikota Cimahi Terpilih Ngatiyana-Adhitia Yudisthira

Sementara itu, isu LGBTQ kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa pekan terakhir setelah unggahan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) Universitas Indonesia terkait peringatan Pride Month memicu perdebatan di media sosial. Polemik tersebut menimbulkan berbagai respons dari masyarakat maupun sejumlah tokoh publik.

Menanggapi hal tersebut, Universitas Indonesia menegaskan bahwa unggahan yang dibuat oleh SUMA UI merupakan pandangan redaksional organisasi mahasiswa tersebut dan tidak mewakili sikap resmi universitas maupun seluruh sivitas akademika UI.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menyatakan bahwa isi unggahan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan.

UI juga menegaskan tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik. Namun demikian, kebebasan tersebut harus dilaksanakan secara bertanggung jawab serta tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, UI menyatakan berkomitmen menjaga integritas, menghormati martabat manusia, serta menciptakan lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika.

Di tengah perdebatan tersebut, ketentuan dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025 kembali menjadi perhatian publik karena secara tegas memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu contoh ancaman nonmiliter dalam kebijakan umum pertahanan negara.

Sementara itu, pihak media telah berupaya meminta tanggapan dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengenai pandangan pemerintah terkait penyebaran konten yang berkaitan dengan LGBTQ. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kedua pejabat tersebut.***

Berita Terkait

Potongan Komisi Ojol 8 Persen Mulai Berlaku, Pengemudi Masih Kebingungan dengan Skema Baru
Dede Yusuf Pemangkasan Dana Desa, Khawatir Pelayanan Publik di Daerah Terganggu
Mulai 1 Juli, Driver Gojek dan Grab Terima 92% Pendapatan, Potongan Aplikasi Turun Jadi 8%
BGN Hentikan Insentif Dapur MBG Saat Libur Sekolah, Anggaran Rp3,4 Triliun Dihemat
Dorong Praja IPDN Jadi ASN Unggul dan Adaptif untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
BGN Kaji Ulang Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG, Anggaran Bahan Baku Tetap Aman
Dapur MBG Membengkak, Pemerintah Evaluasi dan Kaji Penutupan SPPG Berlebih
Demokrat Bantah Keras Isu “Dua Kolonel Usulan AHY” di Kasus Korupsi MBG, Sebut Fitnah Tak Berdasar

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:05 WIB

Perpres Baru Tetapkan Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Kebijakan Pertahanan Negara

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:16 WIB

Potongan Komisi Ojol 8 Persen Mulai Berlaku, Pengemudi Masih Kebingungan dengan Skema Baru

Jumat, 3 Juli 2026 - 02:37 WIB

Dede Yusuf Pemangkasan Dana Desa, Khawatir Pelayanan Publik di Daerah Terganggu

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:29 WIB

Mulai 1 Juli, Driver Gojek dan Grab Terima 92% Pendapatan, Potongan Aplikasi Turun Jadi 8%

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:38 WIB

BGN Hentikan Insentif Dapur MBG Saat Libur Sekolah, Anggaran Rp3,4 Triliun Dihemat

Berita Terbaru