Infobandungnews – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk tumbuh menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, menjunjung tinggi integritas, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan kuliah umum (Studium General) kepada para praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (18/6/2026).
Dalam kuliah bertema “Penyiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Unggul untuk Menjawab Tantangan Pembangunan Bangsa”, AHY menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional pada masa mendatang tidak hanya bergantung pada tersedianya infrastruktur maupun kekayaan sumber daya alam, melainkan juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelola dan menjalankan roda pembangunan.
Ia menilai, Indonesia saat ini tengah berada pada fase strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mampu mengawal pelaksanaan agenda pembangunan nasional menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, yang memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin negara kita hari ini dan ke depan. Dimulai dari lembaga pendidikan seperti IPDN yang sama-sama kita cintai dan banggakan,” ujar Menko AHY.
AHY menuturkan bahwa kondisi global saat ini berkembang sangat cepat dan diwarnai berbagai ketidakpastian. Sejumlah persoalan seperti perubahan iklim, kemajuan teknologi yang disruptif, laju urbanisasi, perebutan sumber daya, hingga dinamika geopolitik internasional menjadi tantangan yang perlu dipahami oleh para calon pemimpin serta aparatur sipil negara di masa mendatang.
Menurutnya, peran ASN saat ini tidak cukup hanya sebatas menguasai aspek tata kelola pemerintahan. ASN juga dituntut memiliki kemampuan membaca perkembangan zaman, melakukan mitigasi terhadap berbagai risiko, serta menghadirkan terobosan dan solusi yang inovatif sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita hari ini menghadapi krisis iklim yang serius, disrupsi teknologi, urbanisasi, kompetisi sumber daya yang semakin ketat, hingga dinamika geopolitik yang terus berubah, oleh karena itu, para praja IPDN harus memiliki kemampuan berpikir strategis, memahami akar persoalan, serta mampu menghadirkan solusi yang tepat bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, tantangan ketimpangan antardaerah masih menjadi pekerjaan besar yang memerlukan kepemimpinan daerah yang kuat, responsif, dan mampu membangun kolaborasi.
“Kata kuncinya adalah pembangunan yang berkelanjutan tetapi juga berkeadilan, karena hari ini masih terjadi disparitas antarwilayah,” jelasnya.
Dalam hal tersebut, Menko AHY menegaskan bahwa para praja IPDN memegang posisi penting sebagai calon aparatur sipil negara sekaligus calon pemimpin daerah yang nantinya akan berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mendorong jalannya pembangunan. Mereka diharapkan mampu memastikan berbagai program pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu layanan dasar, hingga pemberdayaan masyarakat, dapat terlaksana secara optimal dan tepat sasaran.
Dalam upaya membentuk karakter kepemimpinan, Menko AHY turut memberikan apresiasi atas keterlibatan para praja IPDN dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya adalah partisipasi mereka dalam membantu penanganan bencana di Aceh Tamiang.
Menurut AHY, pengalaman terlibat langsung di tengah masyarakat menjadi modal berharga untuk menumbuhkan rasa empati, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengasah kemampuan dalam mengambil keputusan di tengah berbagai kondisi yang penuh tantangan.
“Saya mengapresiasi para praja yang turun langsung di daerah bencana. Pengalaman seperti ini sangat berharga dan akan sangat berguna ketika nantinya mereka bertugas di berbagai daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan para lulusan IPDN telah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global hingga pelaksanaan berbagai program strategis nasional.
“ASN, birokrasi pemerintahan, dan kepala daerah ke depan akan dihadapkan pada tantangan geopolitik, program strategis nasional, serta harapan masyarakat yang harus dijawab secara bersamaan,” kata Wamendagri Bima Arya.
Ia menilai paparan yang disampaikan Menko AHY memiliki keterkaitan yang kuat dengan upaya memperluas pemahaman para praja terhadap berbagai tantangan pembangunan nasional, sekaligus menegaskan pentingnya mewujudkan birokrasi yang profesional, responsif terhadap perubahan, dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat.
Menutup kuliah umum tersebut, Menko AHY mendorong seluruh praja IPDN untuk terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri, memperdalam penguasaan teknologi, menjaga nilai-nilai integritas, serta membentuk jiwa kepemimpinan yang tangguh. Ia menegaskan bahwa tercapainya keberhasilan pembangunan bangsa pada akhirnya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan sebagai penggerak utama proses pembangunan.
“Jadilah ASN yang unggul dan adaptif. Kuasai teknologi, gunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, tetapi jangan pernah kehilangan empati dan jiwa melayani. Jadilah agen perubahan yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Selalu punya mimpi besar. Tetapi juga siap bekerja keras dan jangan pernah menyerah. Karena hanya dengan karakter yang unggul kita bisa melewati berbagai tantangan dan membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup pesan Menko AHY.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY turut didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol. Arif Rachman; Tenaga Ahli Bidang Hukum dan Peraturan Perundang-undangan Zamrony; serta Tenaga Ahli Bidang Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan Ali Affandi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar, Rektor IPDN H. Halilul Khairi, beserta jajaran sivitas akademika IPDN yang mengikuti rangkaian acara kuliah umum tersebut.***









