Infobandungnews – SOREANG – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung terus memantapkan persiapan pelaksanaan Gerakan Menanam Cabai sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bakti Pramuka Kabupaten Bandung Tahun 2026. Persiapan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar secara daring pada Rabu (29/7/2026) guna menyamakan persepsi sekaligus memastikan kesiapan seluruh jajaran Gerakan Pramuka dalam melaksanakan program secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.
Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Tatan Munandar, S.Pd., M.M., serta diikuti oleh unsur Kwartir Ranting, Gugus Depan, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Gerakan Menanam Cabai Jadi Sarana Pendidikan Karakter dan Ketahanan Pangan
Mengawali kegiatan, Sekretaris Kwarcab Kabupaten Bandung, Drs. H. Nandang Kuswara, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi seluruh jajaran Gerakan Pramuka agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi anggota Pramuka maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, S.Pd.I., M.M., secara resmi membuka kegiatan sekaligus memaparkan konsep Gerakan Menanam Cabai yang mengusung tema Bulan Bakti Pramuka 2026, “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar mengejar hasil panen, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong, serta jiwa kewirausahaan kepada anggota Pramuka.
Ia menjelaskan, pemanfaatan pekarangan rumah, sekolah, sekretariat kwartir hingga lahan masyarakat diharapkan mampu menjadi langkah sederhana yang memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Program Gerakan Menanam Cabai akan berlangsung mulai 1 Agustus hingga 28 Oktober 2026 dan melibatkan seluruh anggota Pramuka mulai dari golongan Prasiaga, Siaga, Penggalang hingga Penegak. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan panen raya yang dilaksanakan secara serentak.

Penilaian Tidak Hanya Hasil Panen, Tetapi Juga Partisipasi dan Konsistensi
Pada sesi teknis, Ketua Tim Kegiatan Hj. Ria Herawati, S.Pt., M.Si. menjelaskan mekanisme pelaksanaan, sistem monitoring, serta indikator penilaian yang akan diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Penilaian dibagi ke dalam dua kategori, yakni Prestasi Kuantitas yang mengukur tingkat partisipasi anggota melalui penanaman minimal satu bibit cabai oleh setiap anggota Pramuka, serta Prestasi Kualitas yang menilai keberhasilan peserta dalam membudidayakan tanaman mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga panen.
Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai penggunaan media tanam ramah lingkungan, tata cara dokumentasi perkembangan tanaman, mekanisme monitoring lapangan, hingga sistem evaluasi yang akan dilakukan oleh tim pelaksana.
Melalui rapat koordinasi ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung berharap seluruh Kwartir Ranting memiliki pemahaman yang sama sehingga pelaksanaan program dapat berjalan tertib, terukur, dan sesuai pedoman yang telah ditetapkan.
Gerakan Menanam Cabai diharapkan menjadi gerakan bersama yang tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, memiliki semangat gotong royong, serta mampu menjadi pelopor ketahanan pangan di lingkungannya masing-masing. Semangat “Satu Bibit, Satu Pramuka, Satu Langkah Menuju Ketahanan Pangan Nasional” menjadi landasan utama dalam menyukseskan program tersebut.***









