Bangun Harmoni dalam Keberagaman, Puluhan Pembina Pramuka Ikuti Dialog Lintas Agama
Infobandungnews – Baleendah – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung melalui Bidang Pembinaan Mental dan Spiritual (Mensprit) menggelar Dialog Pembina Pramuka Lintas Agama Tahun 2026 mengusung tema “Harmoni Pramuka Dalam Keberagaman”. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung pada Sabtu (1/8/2026) ini menjadi wadah memperkuat nilai toleransi, moderasi beragama, serta semangat persaudaraan di lingkungan kepramukaan.
Dialog tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pembina dalam membangun sikap saling menghormati di tengah keberagaman, mencegah tumbuhnya sikap intoleransi, serta mempererat sinergi antar pembina dari berbagai latar belakang agama.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Mental dan Spiritual Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Kak Drs. Yusuf Hidayat, M.M. Turut hadir Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung Kak Tatan Munandar, S.Pd., M.M., beserta jajaran Andalan Bidang Mental dan Spiritual.
Perkuat Karakter Pramuka yang Inklusif dan Menjunjung Toleransi
Ketua Panitia Pelaksana, Kak Danis Warga Tawekal, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Gerakan Pramuka terhadap Program Bandung BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) melalui penguatan nilai moderasi beragama di lingkungan kepramukaan.

Sebanyak 44 pembina Pramuka yang mewakili 22 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari unsur pembina beragama Islam dan Kristen yang berdiskusi dalam suasana penuh kebersamaan untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan serta mengimplementasikan nilai toleransi dalam pembinaan di gugus depan.
Dalam sambutannya, Kak Yusuf Hidayat menyampaikan pesan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung bahwa Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter yang menjunjung tinggi persatuan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan.
“Melalui kegiatan dialog lintas agama ini diharapkan terjalin hubungan persaudaraan yang semakin erat antar pembina Pramuka, sehingga mampu menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan dalam memajukan Gerakan Pramuka di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Kegiatan dikemas dalam bentuk talkshow, dialog interaktif, dan sharing session yang membahas praktik pembinaan Pramuka di tengah masyarakat yang beragam. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan kegiatan kepramukaan yang tetap menghormati waktu ibadah, keyakinan, dan tradisi setiap agama.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan latar belakang agama masing-masing. Materi tersebut menekankan bahwa seluruh agama mengajarkan nilai kasih sayang, gotong royong, perdamaian, dan penghormatan terhadap sesama yang selaras dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

Salah satu narasumber kegiatan, Kak Marta Sonya, menegaskan pentingnya menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Keberagaman adalah anugerah yang harus menjadi kekuatan, bukan pemisah. Melalui Dialog Pembina Pramuka Lintas Agama ini kita memperkuat semangat persaudaraan, saling menghormati, serta membangun komitmen bersama agar setiap pembina mampu menanamkan nilai-nilai toleransi kepada peserta didik di gugus depan. Inilah implementasi nyata Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan bermasyarakat.”

Melalui kegiatan ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mencetak para pembina yang mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang rukun di tengah masyarakat yang majemuk. Hasil dialog diharapkan menjadi bekal dalam membentuk generasi Pramuka yang berkarakter, berakhlak mulia, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu menjadi Messenger of Peace di lingkungan sekolah maupun masyarakat.***









