Infobandungnews – Soreang. Sebanyak 14 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten Bandung resmi dikukuhkan dan dilantik sebagai Pramuka Penggalang Garuda oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, S.Pd.I., M.M., dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Kabupaten Bandung, Selasa (11/8/2026).
Ke-14 anggota tersebut ditetapkan sebagai Pramuka Garuda Kwarcab Kabupaten Bandung Tahap I Tahun 2026 setelah mengikuti proses penilaian dan dinyatakan memenuhi persyaratan. Mereka berasal dari Kwartir Ranting Baleendah, Banjaran, Cangkuang, Cikancung, Cileunyi, Ciparay, Dayeuhkolot, Margahayu, Pangalengan, Pasirjambu, dan Rancaekek.
Prosesi berlangsung khidmat dan disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing anggota yang dilantik, unsur Kwartir Ranting, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), serta jajaran pimpinan Kwarcab Kabupaten Bandung. Kehadiran mereka menjadi dukungan moral sekaligus bentuk apresiasi atas proses pembinaan yang telah dilalui para peserta didik.
Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kwarcab Kabupaten Bandung tentang Penetapan Pramuka Garuda Golongan Penggalang Tahap I Tahun 2026 oleh Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Kak Tatan Munandar, S.Pd., M.M.
Dalam keputusan tersebut, 14 anggota muda Gerakan Pramuka ditetapkan sebagai Pramuka Garuda dan diwajibkan untuk terus mengembangkan diri, mengamalkan Satya dan Darma Pramuka, serta melaksanakan semboyan “SETIA–SIAP–SEDIA” untuk kepentingan masyarakat, agama, bangsa dan negara. Setelah pembacaan keputusan, prosesi dilanjutkan dengan tanya jawab pelantikan, pengucapan kembali Tri Satya, penyematan Tanda Pramuka Garuda dan penyerahan sertifikat. Rangkaian tersebut sesuai dengan susunan acara Pengukuhan dan Pelantikan Pramuka Garuda Kabupaten Bandung.

Dalam amanatnya, Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. “Menjadi Pramuka Garuda bukanlah akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Predikat ini harus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri, mengamalkan Satya dan Darma Pramuka, serta menjadi teladan bagi teman-teman di sekolah, keluarga, masyarakat, dan lingkungan Gerakan Pramuka.”
Ia juga mengingatkan bahwa jawaban “siap, sanggup, dan bersedia” yang disampaikan dalam prosesi pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen yang harus diwujudkan. “Hari ini kalian telah menyatakan siap, sanggup dan bersedia. Jawaban itu jangan hanya berhenti dalam upacara. Buktikan melalui sikap, prestasi, kepedulian dan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.”
Pesan tersebut sejalan dengan Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda yang menempatkan pencapaian Pramuka Garuda sebagai bentuk kecakapan dan penghargaan tertinggi pada masing-masing golongan, sekaligus mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan diri dan menjadi teladan bagi lingkungannya.
Sementara itu, Tatan Munandar, S.Pd., M.M., Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung sekaligus Ketua Pengarah Kegiatan Optimalisasi Pencapaian Pramuka Garuda, menegaskan bahwa program optimalisasi Pramuka Garuda tidak semata-mata berorientasi pada jumlah peserta, tetapi pada kualitas proses pembinaan. “Optimalisasi pencapaian Pramuka Garuda bukan sekadar mengejar jumlah anggota yang memperoleh predikat Garuda. Yang lebih penting adalah memastikan adanya proses pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan mampu melahirkan peserta didik yang memiliki kecakapan, karakter, keteladanan, serta kepedulian terhadap lingkungan.”

Menurutnya, pencapaian Pramuka Garuda merupakan hasil proses pembinaan yang melibatkan gugus depan, pembina, keluarga, kwartir ranting dan Kwartir Cabang. Hal ini sejalan dengan Jukran Pramuka Garuda yang menekankan latihan berkelanjutan, keteladanan, bimbingan pembina, dukungan keluarga, dan fasilitasi kwartir. “Ke-14 Pramuka Garuda yang hari ini dikukuhkan kami harapkan menjadi role model bagi peserta didik lainnya. Mereka harus mampu menunjukkan bahwa proses pembinaan yang baik dapat melahirkan generasi muda yang cakap, mandiri, berkarakter, berprestasi dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.”
Untuk golongan Penggalang, Jukran Pramuka Garuda mensyaratkan antara lain penyelesaian SKU Penggalang Terap, pencapaian TKK, menjadi contoh yang baik di pasukan, rumah dan sekolah, memiliki kemampuan membuat hasta karya, memanfaatkan teknologi informasi, serta mampu berkomunikasi menggunakan salah satu bahasa internasional.
Kwarcab Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan pencapaian Pramuka Garuda sebagai bagian dari penguatan kualitas pembinaan anggota muda. Predikat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan kecakapan, mengamalkan kode kehormatan, dan menjadi teladan bagi lingkungan.
Dengan dikukuhkannya 14 Pramuka Penggalang Garuda tersebut, Kwarcab Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pembinaan sehingga semakin banyak generasi muda yang cakap, berkarakter, mandiri, berprestasi, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.***









