62 Peserta dari 31 Kwartir Ranting Dibekali Kemampuan Mitigasi dan Penanganan Bencana
Infobandungnews -Kabupaten Bandung – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menggelar Kursus Keterampilan Pramuka Mitigasi Bencana Berbasis Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai langkah memperkuat kemampuan anggota Pramuka dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, di Sekretariat Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Kwarcab Kabupaten Bandung Tahun 2026 yang bertujuan mendukung penguatan pendidikan kebencanaan di lingkungan Gerakan Pramuka sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana di satuan pendidikan dan gugus depan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup, Kak Asep D. Amijaya. Turut hadir Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung Kak Tatan Munandar, S.Pd., M.M., Andalan Cabang Bidang Pengabdian Masyarakat Kak Indra Septianto Herlambang, Kepala Pimpinan Kursus Kak Achmad Kusdarmono, Ketua Dewan Kerja Cabang Kabupaten Bandung Kak M. Fikri, serta Ketua Panitia Dede Rohimat.
Dalam sambutannya, Kak Asep D. Amijaya menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.
“Kabupaten Bandung memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Karena itu, anggota Pramuka harus menjadi pelopor kesiapsiagaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui Program SPAB ini, kita menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujarnya.
Sebanyak 62 peserta yang berasal dari 31 Kwartir Ranting se-Kabupaten Bandung mengikuti pelatihan ini. Selama dua hari, mereka mendapatkan berbagai materi, mulai dari pengenalan kebencanaan, manajemen bencana, mitigasi, pertolongan pertama, penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik tali-temali penyelamatan, vertical rescue, water rescue, hingga simulasi penanganan kondisi darurat.
Cetak Pramuka Tangguh dan Siap Menjadi Pelopor Mitigasi Bencana
Ketua Panitia Pelaksana, Dede Rohimat, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Gerakan Pramuka dalam mendukung Program Bandung BEDAS, khususnya melalui penguatan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.
“Program Mitigasi Bencana Berbasis SPAB ini diikuti oleh 62 peserta dari 31 Kwartir Ranting se-Kabupaten Bandung. Melalui kegiatan ini kami berharap lahir kader-kader Pramuka yang mampu menjadi penggerak mitigasi bencana di wilayahnya masing-masing serta mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman bencana,” ungkapnya.
Program SPAB yang dijalankan Kwarcab Kabupaten Bandung berfokus pada tiga aspek utama, yakni menciptakan gugus depan yang aman, memperkuat tata kelola kebencanaan di lingkungan Pramuka, serta mengintegrasikan pendidikan mitigasi bencana ke dalam kegiatan kepramukaan.
Melalui pelatihan ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mencetak anggota Pramuka yang tangguh, terampil, dan siap menjadi relawan muda dalam upaya pengurangan risiko bencana. Semangat Pramuka Peduli diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih siap, aman, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.***









