Produktivitas Padi Organik Cianjur Meningkat, Kolaborasi Pemprov Jabar dan BI Perkuat Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Cinajur. Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur terus mempercepat pengembangan sektor pertanian organik sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan hasil produksi petani, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan di daerah.

Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Produktivitas padi organik yang sebelumnya berada di kisaran 5–6 ton per hektare kini meningkat menjadi sekitar 7,7–8,3 ton per hektare.

Peningkatan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, saat menghadiri kegiatan Panen Padi Organik hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kamis (30/7/2026).

Menurut Junanto, pengembangan pertanian organik kini menjadi salah satu strategi penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus menciptakan sistem pangan yang terintegrasi mulai dari proses produksi hingga distribusi.

Ia menjelaskan, tantangan perubahan iklim, menurunnya kualitas lahan pertanian, serta meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pangan yang sehat, aman, dan berkualitas menjadi alasan kuat untuk terus mengembangkan budidaya padi organik secara berkelanjutan. Selain mampu meningkatkan hasil panen, sistem ini juga berperan menjaga kesuburan tanah dan keberlangsungan sektor pertanian di masa depan.

Kabupaten Cianjur sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Cianjur menempati peringkat keempat sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Potensi tersebut menjadi dasar Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur mengembangkan inovasi budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Baca Juga :  Polresta Bandung Gelar Jumat di Kecamatan Cikancung

Melalui program Klaster Pangan Strategis Terintegrasi (Pangsi), Bank Indonesia memberikan pelatihan kepada para petani dan santri tani. Program tersebut kemudian diimplementasikan melalui 10 demplot padi organik yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Keberadaan demplot tersebut berfungsi sebagai pusat pembelajaran sekaligus lokasi percontohan budidaya padi organik yang dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan harga, serta meningkatkan kesejahteraan para petani.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menilai keberhasilan panen padi organik menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.

Ia optimistis Kabupaten Cianjur akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah agraris unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

“Pemerintah daerah juga terus mendorong generasi muda agar terlibat aktif dalam pembangunan sektor pertanian karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek yang menjanjikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua bagi Mahasiswa Penerima KIP
Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Jawa Barat Capai 112,12 Juta pada Semester Pertama 2026
Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Mobile Legends Competition dalam Rangkaian Lomba Rakyat
Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal
Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan
Biro Adpim Setda Jabar Borong Dua Penghargaan Anugerah Wiradigdaya 2026, Bukti Komitmen Tata Kelola Arsip Modern
Wamen ESDM: Jawa Barat Bakal Miliki Sejumlah PSEL untuk Ubah Sampah Jadi Energi
Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Pabrik Kapur di Cipatat, 500 Buruh Disiapkan Bekerja di Dinas PU

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua bagi Mahasiswa Penerima KIP

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:13 WIB

Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Jawa Barat Capai 112,12 Juta pada Semester Pertama 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Mobile Legends Competition dalam Rangkaian Lomba Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan

Berita Terbaru