Wamen ESDM: Jawa Barat Bakal Miliki Sejumlah PSEL untuk Ubah Sampah Jadi Energi

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan diperluas di wilayah Jawa Barat, seiring dimulainya proyek PSEL Legok Nangka. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mengatasi penumpukan sampah di kawasan perkotaan. Ke depan, fasilitas serupa juga direncanakan hadir di Bekasi hingga Bogor.

“Ada beberapa fasilitas pengelolaan sampah terpadu seperti ini (Legok Nangka) yang dilakukan, pertama ini di Jawa Barat dan juga nanti akan kita lakukan juga di beberapa aglomerasi, ada Bogor Raya, Bekasi Raya, dan kita harapkan ada Bogor-Depok,” ujarnya kepada awak media di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7).

Yuliot menegaskan bahwa keberadaan PSEL tidak hanya berfungsi menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pasokan energi nasional. Selain itu, proyek ini membuka peluang ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar nabati (BBN).

“Kita nanti akan mengintegrasikan berbagai teknologi jadi sehingga ketahanan energi baik listrik, BBM, dan juga ini ada bioenergi yang akan bisa dihasilkan dari kegiatan-kegiatan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai PSEL Legok Nangka dapat menjadi contoh sistem pengelolaan sampah modern di Indonesia. Ia bahkan menargetkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan produksi energi listrik terbesar di Tanah Air.

“Jawa Barat itu akan menjadi provinsi penghasil energi listrik terbesar di Indonesia. Bendungan ada berapa, pembangkit listrik tenaga surya ada berapa, geothermal ada berapa, ditambah lagi pembangkit listrik tenaga sampah yang paling banyak nanti di Jawa Barat,” ungkap Dedi.

Baca Juga :  Masjid Al Jabbar Akan Segera Diresmikan

Dedi juga menjelaskan bahwa pembangunan PSEL akan diperluas ke sejumlah wilayah seperti Bandung Raya, Kabupaten Garut, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

“Ke depan tinggal satu lagi yang harus kita dorong adalah di wilayah Cirebon dan sekitarnya, itu juga problem jumlah sampahnya sangat banyak,” tandasnya.

Proyek PSEL di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam RUPTL 2025–2034, dengan kapasitas 90 MW untuk Jawa Barat. Proyek ini menjadi PSEL pertama yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan dukungan VGF sebesar Rp 1,34 triliun dari Kementerian Keuangan. Target Commercial Operating Date (COD) ditetapkan pada kuartal I 2029.

Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar USD 400 juta atau setara Rp 7,2 triliun, yang dikembangkan oleh PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) dengan kapasitas 40,79 MW. Fasilitas ini mampu mengolah 2.131 ton sampah per hari dari berbagai daerah di Jawa Barat, serta diproyeksikan menekan emisi gas rumah kaca hingga 311.874 ton COâ‚‚ ekuivalen.

Berdasarkan Peraturan Presiden No 35 Tahun 2018, beberapa PSEL yang telah beroperasi antara lain PSEL Benowo 9 MW di Surabaya yang telah COD sejak Maret 2021, serta PSEL Putri Cempo 5 MW di Surakarta yang beroperasi sejak Januari 2024. Sementara itu, PSEL Kota Palembang masih dalam tahap pembangunan dengan target COD pada Oktober 2026.

Berita Terkait

Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua bagi Mahasiswa Penerima KIP
Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Jawa Barat Capai 112,12 Juta pada Semester Pertama 2026
Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Mobile Legends Competition dalam Rangkaian Lomba Rakyat
Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal
Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan
Biro Adpim Setda Jabar Borong Dua Penghargaan Anugerah Wiradigdaya 2026, Bukti Komitmen Tata Kelola Arsip Modern
Produktivitas Padi Organik Cianjur Meningkat, Kolaborasi Pemprov Jabar dan BI Perkuat Ketahanan Pangan
Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Pabrik Kapur di Cipatat, 500 Buruh Disiapkan Bekerja di Dinas PU

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua bagi Mahasiswa Penerima KIP

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:13 WIB

Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Jawa Barat Capai 112,12 Juta pada Semester Pertama 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Mobile Legends Competition dalam Rangkaian Lomba Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan

Berita Terbaru