Infobandungnews – Yogyakarta. Stand Simpul Cocoa Bandung menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelaran Indonesia International Cocoa Conference (IICC) 2026 yang berlangsung di Yogyakarta, Kamis (23/7/2026). Stand asal Kabupaten Bandung tersebut mendapat kunjungan langsung dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, yang meninjau berbagai produk kakao unggulan hasil karya pelaku usaha lokal.
Dalam kunjungannya, Menteri Perdagangan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap beragam komoditas dan produk olahan kakao yang dipamerkan. Mulai dari biji kakao berkualitas, bubuk kakao, hingga berbagai produk cokelat olahan menjadi bukti besarnya potensi hilirisasi kakao Indonesia yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global.
Budi Santoso juga menyempatkan berdialog dengan pengelola Stand Simpul Cocoa Bandung. Dalam perbincangan tersebut, dibahas proses pengolahan kakao, inovasi pengembangan produk, serta berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas pasar kakao Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.
Kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi Simpul Cocoa Bandung untuk terus berinovasi dalam menghasilkan produk kakao berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi pelaku usaha lokal dalam mendorong kemajuan industri kakao nasional. Kehadiran Menteri Perdagangan juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia.
Dari kebun Indonesia, untuk cita rasa dunia.
Indonesia International Cocoa Conference (IICC) 2026 sendiri telah berlangsung sejak Rabu (22/7/2026) di Yogyakarta. Mengusung tema “The Rise of Indonesian Cocoa: The Pearl of Asia for the World”, konferensi internasional ini mempertemukan petani, pelaku industri, akademisi, peneliti, pemerintah, serta mitra internasional untuk membahas penguatan kualitas kakao, hilirisasi industri, inovasi teknologi, keberlanjutan, hingga strategi memperluas pasar ekspor.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, IICC 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kakao dunia, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kakao nasional demi kesejahteraan petani dan kemajuan industri cokelat Indonesia.
Dari kebun Indonesia, untuk cita rasa dunia.***









