Prabowo Minta Bank Himbara Jemput Bola Bukakan Rekening untuk Masyarakat

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Presiden RI Prabowo Subianto meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengambil langkah aktif dengan mendatangi masyarakat untuk membantu pembukaan rekening perbankan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, arahan tersebut disampaikan Prabowo dengan tujuan agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki rekening koran sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan.

“Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9).

Menurut Airlangga, penyediaan rekening bagi masyarakat nantinya akan memanfaatkan basis data kependudukan yang berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Data tersebut selanjutnya akan diintegrasikan dan diselaraskan dengan sistem yang dimiliki Bank Indonesia.

“Terutama untuk payment sistemnya, dan yang kedua gateway systemnya, jadi menggunakan QRIS.

Baca Juga :  400 Ribu Mitra Gojek Terima Bonus,GoTo Siapkan BHR Lebaran 2026 hingga Rp110 Miliar

Nah ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusi keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin, lebih tinggi dari yang sudah kita capai,” ungkap Airlangga.

Ia menambahkan, rekening yang disiapkan tersebut nantinya juga dapat menjadi sarana penyaluran berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Di sisi lain, Airlangga menyebutkan tingkat inklusi keuangan Indonesia berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencapai 93,62 persen.

Sementara itu, tingkat literasi keuangan nasional juga dinilai cukup baik karena telah melampaui standar yang ditetapkan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yakni 63 persen.

“Jadi kalau dibandingkan dengan OECD misalnya, OECD itu standar untuk literasi keuangan di 63 persen, sedangkan survei kita itu di 69,57 persen,” ujar Airlangga.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Terkait

Dede Yusuf: Revisi UU Pemilu Harus Serap Aspirasi Publik dan Perkuat Kepastian Hukum
Pemerintah Siapkan Program Ponsel Gratis dan Rekening Digital, Saldo Awal Rp50 Ribu
Mentrans Iftitah Dukung BP Batam Perluas Investasi dan Lapangan Kerja di Rempang
Bansos BPNT Rp600 Ribu: Begini Cara Cek Status Penerima dan Penyebab Dana Belum Cair
Mulai 2027, Pemerintah Targetkan Uang Pensiun ASN Langsung Masuk Rekening Penerima
Pemerintah Beri Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji 2027 Jadi Rp23,2 Juta
BGN Uji Coba MBG Prasmanan di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
Kemkomdigi Buka Kanal Aduan Perlindungan Kuota Internet, Masyarakat Bisa Lapor ke 159

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Dede Yusuf: Revisi UU Pemilu Harus Serap Aspirasi Publik dan Perkuat Kepastian Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Pemerintah Siapkan Program Ponsel Gratis dan Rekening Digital, Saldo Awal Rp50 Ribu

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Bansos BPNT Rp600 Ribu: Begini Cara Cek Status Penerima dan Penyebab Dana Belum Cair

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Mulai 2027, Pemerintah Targetkan Uang Pensiun ASN Langsung Masuk Rekening Penerima

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Pemerintah Beri Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji 2027 Jadi Rp23,2 Juta

Berita Terbaru