Dudung Ungkap Alasan Kabupaten Bandung Jadi Prioritas Sekolah Rakyat, Empat Lokasi Disiapkan

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menjelaskan alasan Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang mendapatkan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat dalam jumlah cukup banyak. Menurutnya, penetapan lokasi dilakukan berdasarkan pemetaan tingkat kemiskinan ekstrem, khususnya masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.

Data tersebut diperoleh secara berjenjang mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten sebagai dasar dalam menentukan lokasi pembangunan.

“Pertimbangannya dilihat dari tingkat kemiskinan. Titik-titik itu hasil laporan kepala desa, kecamatan, hingga kabupaten yang menentukan,” ujar Dudung saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat harus benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan agar mampu menjadi salah satu solusi dalam menekan angka kemiskinan.

“Masa Sekolah Rakyat ada di Kota Bandung, kan tidak mungkin. Jadi, harus di daerah-daerah yang memang perlu dijangkau, jangan sampai angka kemiskinan ini semakin meningkat,” tegasnya.

Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan dan Cegah Anak Putus Sekolah

Dudung menerangkan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan instruksi langsung Presiden yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah.

Program tersebut diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Prinsip Bapak Presiden, tidak ada anak yang tidak sekolah dan tidak ada anak yang tidak makan. Semua punya kesempatan yang sama, termasuk anak-anak disabilitas,” kata mantan KSAD tersebut.

Dalam kunjungannya, Dudung menyampaikan sebanyak 560 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti kegiatan MPLS yang menggabungkan delapan sekolah rintisan di Kabupaten Bandung.

Jumlah tersebut terdiri dari 56 siswa SD, 229 siswa SMP, dan 275 siswa SMA, dengan rincian 96 siswa berada di sekolah lama serta 179 siswa di sekolah baru.

Untuk mendukung proses belajar, para siswa nantinya akan menempati sistem boarding school atau sekolah berasrama yang dilengkapi jaminan pemenuhan kebutuhan gizi secara terukur.

Baca Juga :  Kemah Budaya Sako Pramuka , Kang Sugih : Membangun Kader Yang Paham Akan Nilai Budaya

Pemerintah juga memberikan perhatian kepada keluarga para siswa melalui berbagai program bantuan sosial, termasuk bantuan perbaikan rumah bagi keluarga yang membutuhkan.

Dudung menyebut kesiapan sarana dan prasarana yang dikerjakan lintas kementerian, seperti Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR, kini telah mendekati tahap penyelesaian.

Terkait kebutuhan tenaga pendidik, ia memastikan Kementerian Pendidikan Dasar akan segera merekrut guru-guru yang memenuhi persyaratan khusus untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk dukungan dari Bupati Bandung dan Wali Kota Cimahi dalam menyukseskan program tersebut.

Menanggapi usulan penambahan lahan sekolah hingga dua hektare, Dudung mengatakan pemerintah akan melakukan koordinasi dan evaluasi lebih lanjut.

“Prinsipnya bisa saja (penambahan lahan). Nanti akan saya tanyakan dan monitor lagi pengembangannya,” ujarnya.

Empat Lokasi Sekolah Rakyat Disiapkan di Kabupaten Bandung

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa terdapat empat lokasi yang telah dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung.

Ia menjelaskan, lahan seluas 7,6 hektare di Ciwidey telah disiapkan untuk pembangunan sekolah. Selain itu, terdapat dua lokasi di kawasan Cipetir yang merupakan aset Kementerian Sosial, serta satu lokasi di Dayeuhkolot yang berada di lahan milik Kementerian Pariwisata.

“Jadi, tiga lokasi itu untuk wilayah Bandung Raya area. Masing-masing sekolah menampung 2.000 siswa,” kata Dadang saat dihubungi melalui telepon.

Dadang menegaskan pemerintah daerah memang telah menyiapkan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap program Sekolah Rakyat.

Dari empat lokasi tersebut, satu sekolah akan dikhususkan bagi warga Kabupaten Bandung, sedangkan tiga lokasi lainnya diperuntukkan bagi masyarakat Bandung Raya.

“Yang satu itu untuk Kabupaten Bandung saja, Pak. Yang tiga lokasi Sekolah Rakyat itu untuk wilayah Bandung Raya. Itu lebih besar. Nah, untuk yang desil satu dua semua, tapi tahun depan itu mulai desil satu semua,” ujar Dadang.

Berita Terkait

AHY Resmi Buka Karapan Sapi Piala AHY, Tegaskan Budaya Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan
Presiden Prabowo Lantik 1.204 Praja IPDN Angkatan XXXIII, Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Rakyat
Menteri HAM Natalius Pigai Peringatkan Bahaya Main Hakim Sendiri, Soroti Sayembara Tangkap Begal
Mendag Budi Santoso: Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Pusat Kakao Premium Dunia
Menteri Perdagangan RI Kunjungi Stand Simpul Cocoa Bandung di IICC 2026, Apresiasi Produk Kakao Lokal
Baru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S Deyang Pilih Mundur, Ada Apa?
AHY Jelajahi Kawasan Heritage Bandung Bersama Ratusan Pecinta Vespa
Inovasi Prof. Tri Marwati Tingkatkan Mutu dan Nilai Tambah Kakao Indonesia Lewat Fermentasi Berbasis Mikroba Lokal

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Dudung Ungkap Alasan Kabupaten Bandung Jadi Prioritas Sekolah Rakyat, Empat Lokasi Disiapkan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:10 WIB

AHY Resmi Buka Karapan Sapi Piala AHY, Tegaskan Budaya Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi dan Persatuan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:52 WIB

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Praja IPDN Angkatan XXXIII, Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Rakyat

Senin, 27 Juli 2026 - 19:18 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Peringatkan Bahaya Main Hakim Sendiri, Soroti Sayembara Tangkap Begal

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:57 WIB

Mendag Budi Santoso: Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Pusat Kakao Premium Dunia

Berita Terbaru