Infobandungnews -Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat melakukan perbaikan pada jembatan yang menghubungkan RT 05 dan RT 06 di Kelurahan Dago setelah menerima aduan dari masyarakat.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut pada Kamis (30/7/2026) bersama aparatur kewilayahan dan sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.
Langkah penanganan darurat dilakukan menyusul hasil inspeksi teknis yang menemukan adanya keretakan pada bagian pondasi jembatan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna apabila tidak segera ditangani.
Perbaikan terhadap pondasi yang retak dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melalui metode injeksi atau grouting guna memperkuat pondasi serta menjaga kestabilan struktur utama jembatan.
Berdasarkan hasil evaluasi teknis, konstruksi utama jembatan dinyatakan masih dalam kondisi kokoh sehingga tetap aman difungsikan setelah proses perbaikan selesai dilakukan.
“Alhamdulillah, setelah dicek bersama dinas, jembatan ini sudah diperbaiki. Struktur utamanya masih kuat sehingga tidak perlu dibongkar. Sekarang yang menjadi perhatian adalah meningkatkan keamanan pengguna melalui penambahan reling dan penyempurnaan fasilitas pengaman lainnya,” ujar Erwin.
Pemkot Bandung mencatat jembatan masih memiliki persoalan berupa lebar yang terbatas, reling kurang memadai, serta getaran ketika banyak orang melintas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jembatan digunakan anak-anak sebagai akses menuju sekolah dan warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Erwin meminta perangkat daerah mengkaji pembangunan jembatan baru di lokasi alternatif yang diusulkan warga sebagai solusi jangka panjang.
Jembatan baru dinilai penting karena akses tersebut menghubungkan permukiman warga RT 05 dan RT 06 serta menjadi jalur mobilitas masyarakat.
“Kita akan melihat opsi pembangunan jembatan baru di lokasi sebelah. Usulan ini akan kami kaji dan diupayakan masuk dalam pembahasan anggaran, baik melalui perubahan anggaran apabila memungkinkan maupun pada anggaran tahun berikutnya. Terpenting, kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas,” katanya.
Warga juga menyampaikan kondisi jembatan semakin berisiko saat musim hujan karena debit air sungai meningkat.
Mereka berharap pemerintah menghadirkan jembatan yang lebih lebar dan aman agar mobilitas masyarakat tetap berjalan nyaman.
Menanggapi masukan tersebut, Erwin meminta DSDABM bersama jajaran kewilayahan menyusun usulan teknis peningkatan keselamatan jembatan.
Usulan tersebut mencakup penambahan reling pengaman dan fasilitas keselamatan sambil mempersiapkan rencana pembangunan jembatan baru.
Ia menuturkan, Pemkot Bandung akan terus merespons laporan masyarakat terkait infrastruktur untuk memastikan akses warga tetap aman dan layak.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Infrastruktur yang menjadi akses utama warga harus dipastikan aman dan layak digunakan. Karena itu, selain perbaikan yang sudah berjalan, kami akan menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” tutur Erwin.









