Infobandungnews – Bandung Barat. Puluhan warga melakukan aksi penutupan akses masuk menuju gerbang pabrik PT. Royal Abadi Sejahtera yang berlokasi di Kampung Cibacang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (30/6/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak yang dialami delapan tenaga kerja asal wilayah setempat.
Aksi warga yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB mengakibatkan sejumlah kendaraan pengangkut hasil produksi tertahan di dalam area pabrik dan tidak dapat keluar untuk melakukan distribusi, sehingga aktivitas operasional perusahaan ikut terdampak.
Perwakilan bagian personalia perusahaan, Dwi Wahyu, mengakui bahwa aksi pemblokiran tersebut sempat menghambat jalannya kegiatan operasional, meskipun proses produksi di dalam pabrik masih terus berlangsung.
“Produksi memang sedikit terganggu akibat aksi ini, namun kegiatan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Menurut Dwi, aspirasi dan tuntutan yang disampaikan warga telah diteruskan kepada pihak manajemen perusahaan. Pada sekitar pukul 14.00 WIB, perwakilan perusahaan menemui massa aksi dan meminta agar pemblokiran dihentikan karena telah mempengaruhi aktivitas perusahaan.
Ia menambahkan, pihak manajemen dijadwalkan akan bertemu langsung dengan perwakilan warga pada Rabu (1/7/2026) pukul 10.00 WIB guna membahas persoalan tersebut.
“Besok manajemen akan hadir untuk berdialog dengan perwakilan warga. Hari ini mereka belum bisa hadir, tetapi seluruh aspirasi masyarakat sudah kami sampaikan,” kata Dwi.
Ia berharap aksi serupa tidak berlanjut dan persoalan dapat diselesaikan melalui jalur dialog antara perusahaan dan masyarakat.
Sementara itu, hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan penjelasan terkait alasan penghentian hubungan kerja terhadap delapan pekerja lokal tersebut. Penjelasan resmi mengenai persoalan itu disebut akan disampaikan langsung oleh manajemen dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung esok hari.









