Warga Padalarang Blokade Gerbang Pabrik, Protes Dugaan PHK Sepihak Delapan Pekerja Lokal

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Bandung Barat. Puluhan warga melakukan aksi penutupan akses masuk menuju gerbang pabrik PT. Royal Abadi Sejahtera yang berlokasi di Kampung Cibacang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (30/6/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak yang dialami delapan tenaga kerja asal wilayah setempat.

Aksi warga yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB mengakibatkan sejumlah kendaraan pengangkut hasil produksi tertahan di dalam area pabrik dan tidak dapat keluar untuk melakukan distribusi, sehingga aktivitas operasional perusahaan ikut terdampak.

Perwakilan bagian personalia perusahaan, Dwi Wahyu, mengakui bahwa aksi pemblokiran tersebut sempat menghambat jalannya kegiatan operasional, meskipun proses produksi di dalam pabrik masih terus berlangsung.

“Produksi memang sedikit terganggu akibat aksi ini, namun kegiatan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Menurut Dwi, aspirasi dan tuntutan yang disampaikan warga telah diteruskan kepada pihak manajemen perusahaan. Pada sekitar pukul 14.00 WIB, perwakilan perusahaan menemui massa aksi dan meminta agar pemblokiran dihentikan karena telah mempengaruhi aktivitas perusahaan.

Baca Juga :  Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan BUMD, Anggaran Akan Dialihkan untuk Pembangunan

Ia menambahkan, pihak manajemen dijadwalkan akan bertemu langsung dengan perwakilan warga pada Rabu (1/7/2026) pukul 10.00 WIB guna membahas persoalan tersebut.

“Besok manajemen akan hadir untuk berdialog dengan perwakilan warga. Hari ini mereka belum bisa hadir, tetapi seluruh aspirasi masyarakat sudah kami sampaikan,” kata Dwi.

Ia berharap aksi serupa tidak berlanjut dan persoalan dapat diselesaikan melalui jalur dialog antara perusahaan dan masyarakat.

Sementara itu, hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan penjelasan terkait alasan penghentian hubungan kerja terhadap delapan pekerja lokal tersebut. Penjelasan resmi mengenai persoalan itu disebut akan disampaikan langsung oleh manajemen dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung esok hari.

Berita Terkait

KPK Geledah Kantor Pengelola Kota Baru Parahyangan, Telusuri Dugaan Penyimpangan HGB
Boni Anggara Dorong Mahasiswa UMB Ubah Karya Kampus Jadi Peluang Bisnis
Peserta Rakerda Dekranasda Jabar Borong Produk UMKM di Galeri Patrakomala
Super Air Jet Buka Lagi Rute Langsung Bandung–Medan dan Bandung–Bali September 2026
Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat, Rully Sulfanorida Pimpin Disdagkoperin
BGN Suspend SPPG Padalarang Selama 20 Hari Usai Laporan Dugaan Keracunan MBG
Farhan Soroti Sampah SPPG Capai 50 Ton per Hari, Tiga Dapur Jadi Perhatian
Pemkab Bandung Terima 260 Becak Listrik Bantuan Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:18 WIB

KPK Geledah Kantor Pengelola Kota Baru Parahyangan, Telusuri Dugaan Penyimpangan HGB

Selasa, 29 September 2026 - 18:23 WIB

Boni Anggara Dorong Mahasiswa UMB Ubah Karya Kampus Jadi Peluang Bisnis

Kamis, 17 September 2026 - 08:18 WIB

Peserta Rakerda Dekranasda Jabar Borong Produk UMKM di Galeri Patrakomala

Kamis, 17 September 2026 - 08:13 WIB

Super Air Jet Buka Lagi Rute Langsung Bandung–Medan dan Bandung–Bali September 2026

Kamis, 17 September 2026 - 07:41 WIB

Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat, Rully Sulfanorida Pimpin Disdagkoperin

Berita Terbaru

Kabar TNI-Polri

Polres Cimahi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Peredaran Uang Palsu

Kamis, 1 Okt 2026 - 07:53 WIB