DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat mengungkap hasil sementara uji laboratorium terkait insiden tumpahan batu bara di perairan Pantai Pangandaran. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan indikasi kuat bahwa pencemaran telah memengaruhi kondisi fisik maupun kimia air laut di kawasan terdampak.

Kepala DLH Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air di sekitar lokasi mengalami perubahan akibat material batu bara yang mencemari perairan.

Menurutnya, hempasan ombak menyebabkan batu bara pecah menjadi partikel-partikel halus yang kemudian terbawa arus dan mengendap. Proses tersebut meningkatkan tingkat kekeruhan air laut hingga menyebabkan warna air berubah menjadi lebih gelap.

“Peristiwa ini memicu sediment transport, di mana batu bara hancur menjadi partikel halus akibat hantaman ombak. Partikel tersebut sulit terurai sehingga air laut tampak menghitam dan tingkat kekeruhan meningkat tajam,” ujar Ai, Rabu (8/7/2026).

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya intensitas cahaya matahari yang mampu menembus dasar laut. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kecerahan air di sekitar lokasi tongkang jauh lebih rendah dibandingkan area kontrol di pelabuhan.

Selain perubahan secara fisik, hasil pengujian juga menunjukkan kadar Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen/DO) berada di bawah baku mutu yang ditetapkan. Rendahnya kadar oksigen tersebut dinilai dapat mengganggu kelangsungan hidup biota laut, memengaruhi produktivitas perikanan, serta berpotensi menurunkan hasil tangkapan nelayan maupun usaha budidaya di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Melaut Kian Sulit, Saeful Bachri Terima Aduan Nelayan soal Krisis Sampah Pantai Pangandaran

Meski kadar logam terlarut di dalam air masih berada di bawah ambang batas, hasil analisis sedimen dasar laut menunjukkan adanya kandungan logam berat dengan konsentrasi yang cukup tinggi, seperti arsen, kromium, nikel, timbal, kadmium, hingga merkuri. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa material batu bara telah banyak mengendap di dasar perairan.

DLH mengingatkan, apabila endapan batu bara dibiarkan terlalu lama, proses pelindian (leaching) berpotensi melepaskan logam berat ke perairan sehingga konsentrasinya dapat terus meningkat dan memperparah pencemaran.

Sebagai langkah penanganan awal, pemerintah berencana melakukan evakuasi bangkai kapal yang diduga menjadi sumber pencemaran. Pembahasan teknis mengenai proses tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sementara itu, tim ahli akan melakukan kajian untuk menghitung besaran kerusakan lingkungan sekaligus menaksir nilai kerugian sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat akibat insiden tersebut.

Di sisi lain, Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH akan menempuh langkah hukum guna meminta pertanggungjawaban atas kerugian negara yang ditimbulkan akibat pencemaran tersebut.

Hingga kini, proses analisis laboratorium masih terus dilakukan terhadap sejumlah titik sampel lainnya untuk mengetahui sebaran polutan secara lebih menyeluruh.

Berita Terkait

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan
Harga Jual di Bawah Biaya Produksi, DPRD Jabar Dorong Pemerintah Selamatkan Peternak
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dan Gerakan Pangan Murah Meriahkan Soreang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Sunda
Reses di Ciwidey, Saeful Bachri Tampung Aspirasi Warga soal SPMB 2026 dan Kualitas Program MBG
Pemkot Bogor Resmi Batasi Angkot Berusia Lebih dari 20 Tahun, Operasional Mulai Dihentikan
WIITEX 2026 Jadi Ajang Promosi Kopi dan Kakao Jawa Barat, Saeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao Menuju Sentra Nasional
Saeful Bachri: Aspirasi Warga Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Jawa Barat
Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:05 WIB

DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:29 WIB

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:37 WIB

Harga Jual di Bawah Biaya Produksi, DPRD Jabar Dorong Pemerintah Selamatkan Peternak

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:29 WIB

Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dan Gerakan Pangan Murah Meriahkan Soreang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Sunda

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:48 WIB

Reses di Ciwidey, Saeful Bachri Tampung Aspirasi Warga soal SPMB 2026 dan Kualitas Program MBG

Berita Terbaru