PP Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI, Persaingan Bank Syariah Biar Sehat

- Jurnalis

Jumat, 7 Juni 2024 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PP Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dana mereka dari BSI ke sejumlah bank. Pengamat menyebut ini bisa jadi alarm bahaya bagi BSI. (Foto CNN)

PP Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dana mereka dari BSI ke sejumlah bank. Pengamat menyebut ini bisa jadi alarm bahaya bagi BSI. (Foto CNN)

Infobandungnews.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menarik dan mengalihkan dana simpanan serta pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Keputusan PP Muhammadiyah menarik dana dari BSI tertuang dalam Memo Muhammadiyah Nomor 320/1.0/A/2024 tentang Konsolidasi Dana yang dikeluarkan pada Kamis (30/5/2024).

Tidak disebutkan secara pasti berapa dana yang ditarik dari BSI, namun keputusan Muhammadiyah menarik dana dari BSI menimbulkan tanda tanya di masyarakat.

Lantas, apa alasan Muhammadiyah tarik dana dari BSI? Dan, bagaimana respons BSI soal keputusan ini?

Alasan Muhammadiyah tarik dana dari BSI

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Anwar Abbas, mengatakan bahwa porsi penempatan dana Muhammadiyah terlalu terkonsentrasi di BSI.

Di sisi lain, penempatan dana Muhammadiyah di bank syariah lainnya masih sedikit.

Dilansir dari Antara, Kamis (6/6/2024), Abbas menjelaskan, kondisi seperti itu dapat menimbulkan risiko konsentrasi atau concentration risk.

Berangkat dari alasan itulah Muhammadiyah memutuskan mengalihkan dana simpanan dan pembiayaan dari bank pelat merah tersebut.

“Sehingga bank-bank syariah lain tersebut tidak bisa berkompetisi dengan margin yang ditawarkan oleh BSI, baik dalam hal yang berhubungan dengan penempatan dana maupun pembiayaan,” jelas Abbas.

“Bila hal ini terus berlangsung, maka tentu persaingan di antara perbankan syariah yang ada tidak akan sehat dan itu tentu jelas tidak kita inginkan,” tambahnya.

Muhammadiyah ingin persaingan bank syariah menjadi sehat

Lebih lanjut, Abbas menerangkan, Muhammadiyah ingin berkontribusi pada terciptanya persaingan yang sehat antara perbankan syariah, terkhusus saat dunia perbankan syariah berhubungan dengan Muhammadiyah.

Abbas menambahkan, pihaknya juga mempunyai komitmen yang tinggi dalam rangka mendukung perbankan syariah.

Karena alasan itulah Muhammadiyah terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya.

“Untuk itu Muhammadiyah merasa perlu menata banyak hal tentang masalah keuangannya termasuk dalam hal yang terkait dengan dunia perbankan terutama menyangkut tentang penempatan dana dan juga pembiayaan yang diterimanya,” imbuh Abbas.

Respons BSI

Terkait alasan Muhammadiyah tarik dana dari BSI, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu melayani dan mengembangkan ekonomi umat.

Hal tersebut dilakukan BSI melalui upaya kolaborasi dengan mitra strategis dan pemangku kepentingan. “Terkait pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam upaya mengembangkan berbagai sektor ekonomi umat,” katanya dikutip dari Antara, Kamis

“Terlebih bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi bangsa,” tambahnya. Di sisi lain, Wisnu juga menyebutkan, BSI berkomitmen memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil, seimbang, dan bermanfaat (maslahat) sesuai syariat Islam.

BSI akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik dan kontribusi agar ekonomi syariah di Indonesia berkembang. (YG-IBN001)***

 

Berita Terkait

Korban TPPO Asal Garut Dipulangkan dari Kamboja, Anton Suratto Minta Warga Waspada Tawaran Kerja ke Luar Negeri
400 Ribu Mitra Gojek Terima Bonus,GoTo Siapkan BHR Lebaran 2026 hingga Rp110 Miliar
Mantan Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun
THR 2026 Untuk Ojol, Pemerintah Siapkan Skema Bersama Platform Digital
Kunjungi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dede Yusuf Tekankan Penguatan Karak­ter dan Pendampingan Siswa
Dugaan Fasilitas Jet Pribadi untuk Menag Disorot, KPK Lakukan Penelusuran Awal
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Awal Puasa Diharapkan Serentak
TNI Siap Turunkan Pasukan Perdamaian ke Gaza, Presiden Akan Tentukan Akhir Februari

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:25 WIB

Korban TPPO Asal Garut Dipulangkan dari Kamboja, Anton Suratto Minta Warga Waspada Tawaran Kerja ke Luar Negeri

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:56 WIB

400 Ribu Mitra Gojek Terima Bonus,GoTo Siapkan BHR Lebaran 2026 hingga Rp110 Miliar

Senin, 2 Maret 2026 - 10:41 WIB

Mantan Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 26 Februari 2026 - 23:05 WIB

THR 2026 Untuk Ojol, Pemerintah Siapkan Skema Bersama Platform Digital

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:37 WIB

Kunjungi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dede Yusuf Tekankan Penguatan Karak­ter dan Pendampingan Siswa

Berita Terbaru