Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung Kukuhkan Pengurus Pusdiklatcab Parahyangan, Tegaskan Peran Strategis Pencetak SDM Pramuka Berkualitas

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Kabupaten Bandung, Juni 2026 – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, S.Pd.I., M.M., mengukuhkan Pengurus Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Cabang (Pusdiklatcab) Parahyangan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penguatan peran Pusdiklatcab sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia Gerakan Pramuka yang profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda Kabupaten Bandung.

Berdasarkan susunan kepengurusan yang ditetapkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, jajaran pimpinan Pusdiklatcab Parahyangan yang dikukuhkan terdiri atas:

• Kepala Pusdiklatcab Parahyangan: K. Saeful Akbar, S.Pd., M.M.Pd.

• Wakil Kepala Pusdiklatcab Parahyangan: Acep Mansur, S.Pd., M.M.

Dalam arahannya, Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung menegaskan bahwa Pusdiklatcab harus menjadi motor penggerak transformasi sumber daya manusia Gerakan Pramuka. Pusdiklatcab tidak hanya berfungsi menyelenggarakan kursus dan pelatihan, tetapi juga harus menjadi pusat peningkatan kualitas pembina, pelatih, dan anggota dewasa Pramuka yang mampu menjawab tantangan zaman.

Kepala Pusdiklatcab Parahyangan: K. Saeful Akbar, S.Pd., M.M.Pd.

“Pusdiklatcab harus menjadi laboratorium inovasi pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan Kabupaten Bandung serta menjadi garda terdepan dalam mencetak pembina dan pelatih yang berkualitas,” ujar Hj. Emma Dety Permanawati.

Penegasan tersebut sejalan dengan Petunjuk Penyelenggaraan Gerakan Pramuka Nomor 10 Tahun 2024 yang menyatakan bahwa Pusdiklat Kepramukaan merupakan bagian integral kwartir yang bertugas sebagai pelaksana pendidikan dan pelatihan kepramukaan serta didorong menjadi pusat keunggulan (centre of excellence) pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

Ketua Kwarcab menekankan pentingnya pembaruan sistem pendidikan dan pelatihan kepramukaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan tidak boleh hanya berorientasi pada penyelenggaraan kursus, tetapi harus mampu menghasilkan pembina yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui metode pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman.

Lebih lanjut, Hj. Emma menegaskan bahwa Pusdiklatcab Parahyangan harus menjadi penggerak implementasi kebijakan pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Bandung melalui integrasi Tiga Muatan Lokal Kabupaten Bandung dalam seluruh pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

Muatan lokal pertama adalah Pendidikan Pancasila dan UUD 1945, yang diarahkan untuk menanamkan nasionalisme, cinta tanah air, wawasan kebangsaan, semangat persatuan, gotong royong, dan bela negara sehingga Pramuka menjadi wadah pembentukan kader bangsa yang berkarakter Pancasila.

Muatan lokal kedua adalah Pendidikan Budaya dan Bahasa Sunda, dengan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda dalam setiap proses pembinaan kepramukaan melalui filosofi Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan memiliki kebanggaan terhadap bahasa, budaya, serta kearifan lokal Kabupaten Bandung.

Sementara itu, muatan lokal ketiga adalah Mengaji dan Menghafal Al-Qur’an, yang diarahkan untuk memperkuat pembentukan akhlak, karakter, serta pembiasaan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai keagamaan menjadi bagian integral dalam proses pembinaan Pramuka.

Baca Juga :  Ketua Harian Kwarcab Kabupaten Bandung Tutup Kursus Mahir Dasar Angkatan 328

Selain 3 muatan lokal tersebut, ketua kwarcab juga mendorong Penguatan Kemampuan Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung) anggota pramuka. Pusdiklatcab Kabupaten Bandung perlu mengintegrasikan program penguatan Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini dan usia sekolah melalui kegiatan kepramukaan.

Program ini diarahkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sebagai fondasi utama pembentukan generasi unggul. Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra sekolah dan keluarga dalam memperkuat budaya belajar yang menyenangkan, kreatif, dan berbasis pengalaman.

Selain penguatan karakter, Ketua Kwarcab juga mendorong Pusdiklatcab untuk memperkuat pendidikan kecakapan hidup (life skill) yang mampu melahirkan generasi muda berakhlak mulia, disiplin, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki keterampilan praktis yang berguna bagi kehidupan dan masa depan mereka.

Ketua Kwarcab juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pelatih dan pembina Pramuka. Menurutnya, pelatih dan pembina harus menjadi teladan dalam menanamkan nilai nasionalisme, pelestarian budaya lokal, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi secara berkelanjutan harus menjadi budaya organisasi di lingkungan Pusdiklatcab.

Hal tersebut sejalan dengan tugas dan fungsi Pusdiklatcab sebagaimana diatur dalam Jukran Nomor 10 Tahun 2024, yaitu meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik kepramukaan, mengembangkan pendidikan dan pelatihan berbasis muatan lokal, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

Pada aspek kelembagaan, Hj. Emma menegaskan bahwa Pusdiklatcab harus menjadi contoh organisasi yang profesional, transparan, dan terpercaya. Seluruh kegiatan harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, pelaporan yang baik, serta pertanggungjawaban keuangan yang akuntabel.

Prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan tertib administrasi harus menjadi budaya kerja dalam setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pusdiklatcab Parahyangan.

Mengakhiri arahannya, Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung berharap kepengurusan baru mampu membawa Pusdiklatcab Parahyangan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang unggul, inovatif, dan mampu melahirkan pembina serta pelatih yang berkualitas.

“Pusdiklatcab Kabupaten Bandung harus menjadi garda terdepan dalam mencetak pembina dan pelatih yang mampu mengimplementasikan Tiga Muatan Lokal Kabupaten Bandung, membangun karakter generasi muda, serta mengelola organisasi secara profesional dan akuntabel. Pramuka Kabupaten Bandung harus menjadi pelopor lahirnya generasi Pancasila, berbudaya Sunda, dan berakhlak Qurani,” tegas Hj. Emma Dety Permanawati.***

Berita Terkait

Pengurus Mabiran, Kwarran, dan LPK Empat Kecamatan dikukuhkan Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung
Ketua Harian Kwarcab Kabupaten Bandung Tutup Rakercab
Bupati Bandung Hadiri Rakercab Pramuka, Dorong Penguatan Gugus Depan dan SDM Unggul
434 Gugus Depan Pramuka di Kabupaten Bandung Terima Sertifikat Akreditasi
Kwarnas Tetapkan Perubahan Warna Logo Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026
Perkuat Karakter Bangsa, Puspeka Kemendikdasmen dan Kwarnas Diseminasikan Modul 7KAIH di Bandung
Wakil Ketua Bidang Binawasa Buka acara Talkshow Inspiratif “Kartini Masa Kini, Bandung Hari Ini”
Talkshow “Kartini Masa Kini” di Kabupaten Bandung Dorong Perempuan Muda Berani Tampil dan Memimpin

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:43 WIB

Pengurus Mabiran, Kwarran, dan LPK Empat Kecamatan dikukuhkan Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:32 WIB

Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung Kukuhkan Pengurus Pusdiklatcab Parahyangan, Tegaskan Peran Strategis Pencetak SDM Pramuka Berkualitas

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:19 WIB

Ketua Harian Kwarcab Kabupaten Bandung Tutup Rakercab

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:16 WIB

Bupati Bandung Hadiri Rakercab Pramuka, Dorong Penguatan Gugus Depan dan SDM Unggul

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:15 WIB

434 Gugus Depan Pramuka di Kabupaten Bandung Terima Sertifikat Akreditasi

Berita Terbaru