Infobandungnews – Bandung, 5 Juni 2026 – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, S.Pd.I., M.M., melantik dan mengukuhkan secara serentak Pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kwartir Ranting (Kwarran), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Kecamatan Solokanjeruk, Pangalengan, Margaasih, dan Ciparay masa bakti 2026–2029.Kegiatan berlangsung di Gedung Dewi Sartika Kabupaten Bandung, Jumat (5/6/2026).
Pelantikan dan pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda Kabupaten Bandung. Acara turut dihadiri jajaran pimpinan Kwarcab Kabupaten Bandung, para Wakil Ketua Kwarcab, Sekretaris Kwarcab, Bendahara Kwarcab, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para camat selaku Ketua Mabiran, kepala desa, kepala sekolah, pembina Pramuka, serta tamu undangan lainnya.
Adapun jajaran pimpinan Mabiran dan Kwarran yang dilantik dan dikukuhkan meliputi:
Kecamatan Solokanjeruk
• Ketua Mabiran: Rahmatullah Mukti Prabowo, S.Ip., M.M.
• Ketua Kwarran: Adang Sukarya, S.Pd.
Kecamatan Pangalengan
• Ketua Mabiran: Vena Andriawan, S.STP., M.Si.
• Ketua Kwarran: Yeyen Suhaeni, S.Pd.
Kecamatan Margaasih
• Ketua Mabiran: Djoko Mardiyanto, S.Sos., M.Si.
• Ketua Kwarran: Siti Aminatun, S.Pd.SD.
Kecamatan Ciparay
• Ketua Mabiran: Anjar Lugiyana, S.IP., M.IP.
• Ketua Kwarran: Feri Ferdian, S.Kom., M.A.B.

Dalam sambutannya, Hj. Emma Dety Permanawati menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan amanah pengabdian untuk menghadirkan Gerakan Pramuka yang aktif, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Para pengurus yang dilantik diharapkan mampu menjadi penggerak pembinaan generasi muda yang berkarakter, terampil, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Ketua Kwarcab juga menekankan pentingnya sinergi antara Mabiran, Kwarran, LPK, dan Kwarcab dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, keberhasilan Gerakan Pramuka tidak dapat dicapai oleh satu unsur saja, melainkan melalui kolaborasi yang kuat. Mabiran diharapkan memberikan dukungan moral, organisatoris, material, dan kemitraan strategis, sementara Kwarran menjadi ujung tombak pembinaan gugus depan di tingkat kecamatan. Di sisi lain, LPK memiliki peran penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan organisasi yang sehat dan terpercaya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab mengingatkan bahwa Kabupaten Bandung membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepemimpinan, dan semangat gotong royong. Karena itu, Gerakan Pramuka harus terus memperkuat pendidikan karakter berbasis Satya dan Darma Pramuka, pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan muda, literasi digital, kesiapsiagaan bencana, serta berbagai keterampilan hidup yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kwarcab, Hj. Emma mendorong seluruh gugus depan untuk menjalankan program “Gugus Depan Menanam” sebagai kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan. Program ini diarahkan melalui pengembangan kebun produktif, penanaman sayuran, tanaman pangan, tanaman obat keluarga, hingga pohon buah dan tanaman konservasi. Khusus Kecamatan Pangalengan yang memiliki potensi pertanian besar, diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi kwartir ranting lainnya.
Selain itu, Kwarcab Kabupaten Bandung juga mengajak seluruh jajaran Pramuka untuk menjadi pelopor gerakan “Pramuka Peduli Sampah”. Melalui gerakan ini, anggota Pramuka didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengembangkan bank sampah, membuat kompos, serta melaksanakan aksi bersih lingkungan secara rutin sebagai bagian dari budaya kepramukaan.
Dalam aspek kelembagaan, pengurus yang baru dilantik diminta segera menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan Kwarcab Kabupaten Bandung, mengaktifkan seluruh gugus depan dan satuan karya, memperkuat kemitraan dengan pemerintah kecamatan, desa, sekolah, dunia usaha, serta masyarakat. Penguatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel juga menjadi perhatian utama untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Gerakan Pramuka.

Mengakhiri sambutannya, Hj. Emma Dety Permanawati mengajak seluruh pengurus Mabiran, Kwarran, LPK, dan jajaran Kwarcab untuk menjadikan pelantikan ini sebagai titik awal penguatan Gerakan Pramuka di Kecamatan Solokanjeruk, Pangalengan, Margaasih, dan Ciparay. Ia berharap Pramuka semakin hadir sebagai gerakan pendidikan karakter, gerakan ketahanan pangan, dan gerakan peduli lingkungan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Mari jadikan Pramuka sebagai gerakan pendidikan karakter, gerakan ketahanan pangan, dan gerakan peduli lingkungan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Bersama Mabiran, Kwarran, LPK, dan Kwarcab, kita siapkan generasi muda Kabupaten Bandung yang BEDAS: Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera,” tegasnya.
Salam Pramuka!
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung
Mewujudkan Generasi Pancasila, Berbudaya Sunda, dan Berakhlak Qurani.









