Infobandungnews – Sumedang. Pemerintah Kabupaten Sumedang meminta kendaraan angkutan berat, terutama truk bersumbu tiga, untuk menggunakan jalur alternatif dan tidak melintasi kawasan pendidikan Jatinangor. Kebijakan tersebut dilakukan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Infobandungnews – Sumedang. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan, kebijakan ini merupakan respons atas berbagai masukan dan keluhan yang disampaikan masyarakat, kalangan mahasiswa, serta tenaga pendidik yang selama ini merasakan dampak tingginya aktivitas kendaraan besar di kawasan Jatinangor. Melalui penataan lalu lintas tersebut, pemerintah daerah berharap tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.
“Berdasarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan para dosen, kami mengimbau kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak melewati kawasan pendidikan Jatinangor. Hal ini demi menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan yang aktivitas pendidikannya sangat padat,” ujar Dony.
Sebagai solusi, Dony menyarankan para pengusaha angkutan dan pemilik kendaraan berat untuk mengoptimalkan pemanfaatan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang telah beroperasi penuh.
Kendaraan angkutan logistik yang bergerak dari arah Bandung menuju Sumedang maupun Cirebon diimbau memanfaatkan akses Gerbang Tol Cileunyi dan melanjutkan perjalanan melalui ruas Tol Cisumdawu, sehingga tidak perlu melewati jalur arteri kawasan Jatinangor. Sementara itu, bagi kendaraan yang datang dari arah Sumedang menuju Bandung, arus perjalanan diarahkan untuk memasuki jalan tol melalui Gerbang Tol Pamulihan.
Pengaturan rute tersebut dilakukan guna mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Jatinangor sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat serta lingkungan pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami berharap para pengusaha dan pengemudi kendaraan besar dapat memanfaatkan tol. Dengan masuk dari Cileunyi atau Pamulihan, biaya tol yang dikeluarkan tidak terlalu memberatkan, namun manfaatnya sangat besar untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan masyarakat di Jatinangor,” tuturnya.
Bupati Dony Ahmad Munir menambahkan, pemanfaatan ruas Tol Cisumdawu bagi kendaraan bertonase besar bukan hanya bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Jatinangor. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meminimalkan potensi kemacetan serta risiko kecelakaan yang selama ini kerap terjadi di jalur lama, termasuk di kawasan Cadas Pangeran yang dikenal sebagai salah satu titik rawan.
Menurutnya, pengalihan arus kendaraan berat ke jalan tol menjadi upaya strategis untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan efisien bagi para pengguna jalan.
“Harapan kami, kendaraan besar bisa beralih menggunakan tol sehingga masyarakat dapat menikmati kondisi lalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan lancar, baik di kawasan Jatinangor maupun jalur menuju Sumedang,” pungkasnya.***









