Infobandungnews.com – Operasi Zebra 2025 kembali diberlakukan secara nasional, termasuk di Kota Bandung yang menjadi salah satu area prioritas dalam penertiban lalu lintas. Selain 20 titik resmi yang telah dipublikasikan, terdapat pula sejumlah ruas jalan lain yang kerap menjadi target razia bergerak atau hunting system.
Ruas-ruas ini dipilih karena tingginya angka pelanggaran, volume kendaraan yang padat, hingga banyaknya pengendara yang tidak membawa dokumen kendaraan lengkap atau melakukan modifikasi yang tidak sesuai aturan.
Berikut 15 lokasi di Kota Bandung yang sering menjadi sasaran Operasi Zebra 2025, khususnya untuk razia mobile yang tidak menetap pada satu titik:
1. Jalan A.H. Nasution
Sering dipantau melalui patroli hunting karena banyak ditemukan motor berknalpot bising dan pengendara tanpa helm, terutama pada jam padat.
2. Jalan Laswi
Merupakan jalur yang kerap dipilih untuk razia mendadak. Lokasinya dekat dengan kawasan sekolah dan permukiman sehingga pergerakan kendaraan cukup ramai.
3. Jalan Ciroyom
Wilayah dengan lalu lintas campuran (angkot, motor, hingga kendaraan barang) sehingga pelanggaran seperti tidak memakai helm atau knalpot tidak standar sering terjadi.
4. Jalan Pasirkoja – Simpang 5
Meski bukan lokasi utama, area Simpang 5 kerap disisir petugas karena banyak pengendara yang menerobos lampu merah.
5. Jalan Moch. Toha
Termasuk jalur favorit razia mobile karena kepadatan kendaraan, banyaknya persimpangan, serta pelanggaran marka yang cukup sering ditemukan.
6. Jalan Peta (Lingkar Selatan)
Menjadi fokus pengawasan kendaraan besar dan penindakan pelanggaran ODOL (Over Dimension Over Load).
7. Jalan Jenderal Sudirman
Ruas strategis ini sering menjadi tempat pemeriksaan surat-surat dan penindakan motor berknalpot bising.
8. Jalan Kiaracondong
Salah satu ruas paling ramai yang rutin dipantau patroli untuk menindak pengendara yang melawan arus.
9. Jalan Dipatiukur
Banyaknya aktivitas mahasiswa membuat petugas sering menemukan pelanggaran seperti tidak mengenakan helm atau tidak membawa dokumen kendaraan.
10. Jalan Riau (RE Martadinata)
Menjadi titik rawan pelanggaran, terutama pada malam hari karena ramainya wisatawan dan pejalan kaki.
11. Jalan Sukajadi
Volume kendaraan yang tinggi serta banyaknya perempatan membuat ruas ini sering dijadikan lokasi razia dadakan.
12. Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur)
Gerbang utama keluar-masuk Bandung ini menjadi sasaran pemeriksaan, khususnya kendaraan dari luar kota yang melanggar aturan.
13. Jalan Cibaduyut Raya
Pelanggaran seperti motor tanpa spion hingga knalpot bising sering ditemukan, terutama di malam hari.
14. Jalan Arcamanik
Kerap dipilih untuk hunting system karena masih banyak ditemukan pengendara tanpa helm dan pelanggaran marka.
15. Jalan PHH Mustofa (Suci)
Ruas yang selalu ramai ini menjadi area sweeping petugas karena sering terjadi pelanggaran rambu lalu lintas.
Mengapa 15 Jalan Ini Sering Disasar?
Data evaluasi Korlantas menunjukkan angka pelanggaran yang cukup tinggi.
Berada di kawasan rawan kecelakaan, terutama jalan padat atau memiliki banyak simpang besar.
Didominasi pengendara usia produktif (17–45 tahun), yang tercatat sebagai pelanggar terbanyak.
Banyaknya kasus knalpot brong dan pelanggaran teknis lain yang sulit diatasi melalui pos statis, sehingga perlu razia bergerak.
Tips agar Tidak Terkena Razia
Gunakan helm SNI berpenutup (hindari helm proyek atau helm sepeda).
Pastikan STNK dan SIM aktif dan dibawa saat berkendara.
Hindari penggunaan knalpot brong atau modifikasi ilegal lainnya.***
Patuhi setiap rambu serta lampu lalu lintas.
Pastikan lampu berfungsi, spion lengkap, dan jangan berkendara melawan arus.









