Penjagaan Warga di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara, Pemdes Tegaskan Tak Ada Pungli

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – TASIKMALAYA — Aktivitas penjagaan yang selama ini dilakukan warga di Jembatan Cirahong resmi dihentikan sementara oleh pemerintah desa setempat.
Jembatan bersejarah peninggalan era kolonial Belanda tersebut hingga kini masih difungsikan sebagai akses penghubung antara Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya. Secara administratif, keberadaan jembatan ini berada di wilayah Desa Pawindan dan Desa Panyingkiran.

Kepala Desa Panyingkiran, Asep Soleh, menjelaskan bahwa kegiatan penjagaan melibatkan warga dari kedua desa tersebut. Ia menegaskan, aktivitas itu merupakan inisiatif masyarakat secara sukarela untuk menjaga keamanan, tanpa adanya unsur paksaan maupun praktik pungutan liar.

Menurutnya, jika terdapat pemberian dari pengguna jalan, hal itu murni bersifat sukarela. Namun setelah dilakukan peninjauan langsung di lapangan, pemerintah desa memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan tersebut guna meredam polemik yang berkembang di media sosial.

“Untuk saat ini dihentikan dulu. Masyarakat sudah bisa melintas tanpa adanya penjagaan di jembatan,” ujarnya.

Baca Juga :  BGN Kaji Ulang Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG, Anggaran Bahan Baku Tetap Aman

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa tidak pernah menginstruksikan adanya pungutan dalam bentuk apa pun di sekitar jembatan tersebut.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo. Ia menyebutkan bahwa kegiatan penjagaan sudah berlangsung cukup lama, bahkan mencapai sekitar tiga dekade, dengan tujuan utama menjaga keamanan lingkungan sekitar jembatan.

Meski demikian, pihaknya tetap mengambil langkah penghentian sementara setelah muncul sorotan publik terkait dugaan pungutan liar yang ramai diperbincangkan.

“Mulai siang tadi, penjagaan resmi dihentikan dan warga sudah diminta untuk tidak lagi melanjutkan aktivitas tersebut,” tegasnya.

Kartoyo berharap masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari aktivitas di sekitar jembatan dapat beralih ke pekerjaan lain yang lebih berkelanjutan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keputusan tersebut.

Hashtag:
#JembatanCirahong #Tasikmalaya #Ciamis #BeritaJabar #InfoJabar #ViralJabar #Pungli #KeamananLingkungan #Pemdes #JabarUpdate

Berita Terkait

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT
Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk
Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan
DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan
Harga Jual di Bawah Biaya Produksi, DPRD Jabar Dorong Pemerintah Selamatkan Peternak
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dan Gerakan Pangan Murah Meriahkan Soreang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Sunda

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:51 WIB

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:14 WIB

Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:31 WIB

Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:05 WIB

DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:29 WIB

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru