Infobandungnews.com – Tidak dapat disangkal, sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Destinasi wisata di wilayah ini tidak hanya terbatas pada pantai, tetapi juga mencakup beragam objek wisata lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, tercatat sebanyak 170 objek wisata, yang terdiri dari 15 destinasi wisata buatan, 27 wisata budaya, dan 128 objek wisata alam.
Untuk wisata pantai, Pangandaran memiliki sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Pananjung, Karangnini, Karapyak, Karangjaladri, Batuhiu, Bojongsalawe, Batukaras, serta Pantai Madasari.
Sementara itu, kategori wisata alam seperti body rafting atau arung jeram sungai juga sangat beragam, di antaranya Green Canyon, Citumang, Santirah, Batu Lumpang, Ciwayang, Jojogan, Goa Lanang, serta sejumlah lokasi body rafting lainnya.
Selain itu, masih banyak potensi wisata lain yang dapat dijumpai, mulai dari panorama alam, pegunungan, gua, kekayaan budaya lokal yang khas, hingga aktivitas masyarakat setempat yang unik dan menarik. Didukung dengan fasilitas akomodasi yang lengkap, mulai dari hotel hingga sajian kuliner khas yang menggugah selera, Pangandaran menjadi destinasi yang sulit untuk diabaikan, khususnya bagi wisatawan dari kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Terlebih dengan rencana pembangunan Jalan Tol Getaci yang akan dimulai pada tahun 2026, sektor pariwisata Pangandaran diprediksi akan semakin ramai oleh kunjungan wisatawan dari berbagai daerah, terutama dari Bandung dan Jakarta.
Sebagaimana diketahui, Jalan Tol Getaci memiliki panjang total sekitar 206,65 kilometer, membentang dari Gedebage Bandung, melintasi Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, hingga berakhir di Cilacap. Ke depan, Tol Getaci sebagai bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa Selatan juga akan terintegrasi dengan Tol Cilacap–Yogyakarta serta Tol Cilacap–Pejagan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proyek pembangunan Tol Getaci akan kembali dilelang dan mulai dikerjakan pada tahun 2026, dengan target operasional penuh pada tahun 2029.

“Tahun ini rencananya ada empat proyek jalan tol. Sentul Selatan–Karawang Barat, Bali, Gedebage–Tasik, serta Pejagan–Cilacap. Namun semuanya masih dalam tahap due diligence,” ujar Dody Hanggodo di Jakarta, dikutip infobandungnews dari Antara, Minggu 25 Januari 2025.
Serbuan Wisatawan Bandung dan Jakarta
Hadirnya Jalan Tol Getaci menjadi peluang besar bagi kemajuan pariwisata Pangandaran. Infrastruktur ini diyakini akan memangkas signifikan waktu tempuh perjalanan dari Jakarta dan Bandung menuju Pangandaran.
Selama ini, akses menuju Pangandaran kerap menjadi keluhan wisatawan. Perjalanan dari Jakarta sejauh sekitar 300 kilometer biasanya memakan waktu 8–9 jam, sementara dari Bandung dengan jarak sekitar 170 kilometer membutuhkan waktu 6–7 jam. Itu pun dalam kondisi lalu lintas normal. Saat terjadi kemacetan, perjalanan bahkan bisa memakan waktu hingga seharian penuh. Hal ini disebabkan oleh banyaknya titik rawan macet di jalur nasional menuju Pangandaran, baik melalui Garut maupun Malangbong, seperti Cileunyi, Nagreg, Kadungora, Leles, Limbangan, Gentong, dan sejumlah titik lainnya. Sesuai aturan lalu lintas, kecepatan kendaraan di jalan tol dibatasi minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam.
Dengan asumsi kecepatan rata-rata 90 km/jam, perjalanan Jakarta–Pangandaran yang berjarak sekitar 330 kilometer dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam, sedangkan Bandung–Pangandaran (170 kilometer) hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam. Pemangkasan waktu tempuh ini tentu akan semakin meningkatkan minat masyarakat Jakarta untuk berwisata ke Pangandaran. Bahkan bagi warga Bandung, perjalanan yang hanya memakan waktu dua jam memungkinkan perjalanan pulang-pergi dalam sehari. Berangkat pukul 06.00 WIB dari Bandung, tiba di Pangandaran pukul 08.00 WIB, menikmati wisata hingga sore hari, lalu kembali pukul 15.00 WIB, dan sebelum magrib sudah kembali ke Bandung pada hari yang sama.***









