Infobandungnews – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai memberlakukan kebijakan parkir terpusat bagi para wisatawan selama masa liburan. Melalui Dinas Perhubungan, seluruh kendaraan pengunjung kini diarahkan ke lokasi parkir khusus guna mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pantai.
Kepala Dishub Pangandaran, Nana Sukarna, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas parkir di lahan seluas sekitar 7 hektare, dengan area efektif mencapai 4 hektare. Lokasi ini mampu menampung ribuan kendaraan agar tidak menumpuk di jalur utama destinasi wisata.
Ia menyebutkan, kapasitas sentral parkir tersebut mencapai sekitar 1.296 mobil, 250 bus, dan 960 sepeda motor. Sistem yang diterapkan menggunakan skema drop off, di mana kendaraan hanya diperbolehkan menurunkan penumpang di area pantai seperti Pantai Barat Pangandaran dan Pantai Timur Pangandaran, kemudian wajib segera menuju area parkir terpusat.
Bahkan, pada jam-jam padat seperti waktu check-in dan check-out hotel, kendaraan bus besar tidak diizinkan masuk ke kawasan pantai guna mencegah kemacetan parah.
Untuk menunjang mobilitas dari area parkir ke lokasi wisata, pemerintah menyediakan 12 unit shuttle bus ber-AC yang dapat digunakan secara gratis oleh pengunjung.
Namun di lapangan, kebijakan ini masih menuai keluhan. Sejumlah wisatawan mengaku kesulitan karena waktu tunggu shuttle bus dinilai terlalu lama, sehingga mereka terpaksa berjalan kaki cukup jauh menuju pantai.
Salah satu pengunjung asal Indramayu, Tarjono, mengaku harus menunggu hingga 30 menit di area sentral parkir yang berada di eks Pasar Wisata. Karena shuttle tak kunjung datang, ia bersama rombongan akhirnya berjalan kaki menuju kawasan pantai dekat Hotel Krisna.
Keluhan serupa disampaikan Erno, wisatawan asal Jakarta. Ia menilai sistem baru ini justru membuat perjalanan menjadi lebih rumit dan melelahkan. Menurutnya, kepadatan kendaraan diduga menjadi penyebab keterlambatan shuttle bus.
Menanggapi hal tersebut, Nana Sukarna mengakui bahwa fasilitas di area parkir terpusat masih perlu penyempurnaan. Ke depan, pemerintah berencana menambah berbagai sarana pendukung seperti ruang tunggu, toilet, serta pusat informasi.
Selain itu, akan dibangun empat halte di dalam kawasan parkir dan enam halte di luar area untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung.
Saat ini, jumlah kendaraan yang masuk ke Pangandaran diperkirakan mencapai 3.000 hingga 3.700 unit per hari. Pihak Dishub bersama Satlantas Polres Pangandaran terus melakukan pengaturan lalu lintas, terutama pada jam rawan antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB, guna mencegah kemacetan di jalur utama.***









