Infobandungnews.com – Pembangunan proyek Bus Rapid Transit Bandung Raya mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah titik. Beberapa pekerjaan fisik seperti pembangunan depo, halte, hingga penataan jalur transportasi telah berjalan, meski sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha masih perlu ditingkatkan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas pendukung BRT disiapkan oleh Kementerian Perhubungan, termasuk pembangunan depo di Terminal Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwipanjang.
Menurutnya, progres pembangunan depo di Terminal Leuwipanjang saat ini baru mencapai sekitar 11 persen, sementara pembangunan di Terminal Cicaheum masih menunggu proses sosialisasi lebih lanjut. Sosialisasi tersebut berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) serta rencana pemindahan bus AKAP dan AKDP.
Saat ini, para PKL di kawasan Terminal Cicaheum masih bertahan karena belum ada keputusan final terkait lokasi relokasi. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pemindahan pedagang ke Terminal Leuwipanjang, seiring dengan rencana perpindahan aktivitas bus antarkota ke terminal tersebut.
Pemerintah juga tengah mengkaji alternatif lokasi relokasi lain di sejumlah terminal tipe C di Kota Bandung. Untuk pembangunan kios baru bagi PKL terdampak, pendanaannya direncanakan mendapat dukungan dari World Bank sebagai pihak pendukung proyek BRT Bandung Raya.
Di sisi lain, pembangunan halte BRT terus berjalan. Dari total 256 halte yang direncanakan di wilayah Bandung Raya, lebih dari 30 halte dilaporkan telah selesai dibangun. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi massal modern di kawasan Cekungan Bandung.
Pembangunan depo di Terminal Leuwipanjang juga terus diproses, termasuk pembongkaran kantor Dishub Kota Bandung yang berada di area tersebut. Pemerintah memastikan seluruh proses pembangunan kini berjalan lebih tertib dan memperhatikan standar keselamatan kerja.









