Infobandungnews – Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan langkah antisipatif terkait pengelolaan Bandung Zoo. Apabila hingga tenggat waktu lelang tidak ada pihak yang memenuhi kriteria, pengelolaan kebun binatang tersebut akan diambil alih oleh pemerintah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa opsi tersebut merupakan salah satu skenario yang sedang dimatangkan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menuturkan komunikasi dengan gubernur terus dilakukan secara intensif guna memastikan langkah terbaik. Jika hingga 5 Mei 2026 proses lelang belum membuahkan hasil, pemerintah siap mengambil alih pengelolaan. Saat ini, berbagai kemungkinan terus dipersiapkan, baik jika ada pemenang lelang maupun tidak.
Farhan menjelaskan, minimnya minat terhadap pengelolaan Bandung Zoo dipengaruhi oleh persyaratan yang cukup ketat, terutama kewajiban memiliki izin konservasi. Menurutnya, tidak semua lembaga mampu memenuhi standar tersebut. Dari 85 lembaga yang diundang, baru empat yang merespons dan sebatas menyatakan ketertarikan. Pemerintah juga tengah mengajukan perpanjangan batas waktu lelang ke pemerintah pusat.
Di tengah proses tersebut, Pemkot Bandung memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung bersama Dinas Kehutanan Jawa Barat.
Untuk memperkuat penanganan kesehatan satwa, Pemkot turut menggandeng lembaga internasional Vantara, khususnya dalam penyediaan obat-obatan dan dukungan medis. Kolaborasi ini melibatkan diskusi teknis antara tim veteriner Vantara dengan dokter hewan dari berbagai instansi, termasuk DKPP Kota Bandung, RSH Cikole, BBKSDA Jawa Barat, serta tim medis Bandung Zoo.
Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas penanganan kesehatan satwa melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, dengan tetap mengacu pada standar medis yang komprehensif serta prinsip kesejahteraan hewan.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, memastikan kondisi satwa saat ini masih terkendali dan seluruh penanganan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang matang. Sementara itu, perwakilan tim veteriner Vantara, Shafira Permata, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menjamin penanganan satwa sesuai standar kesejahteraan hewan.
Selain diskusi teknis, Vantara juga memberikan bantuan berupa vitamin dan obat-obatan guna mendukung kebutuhan medis satwa. Secara keseluruhan, pemantauan serta penanganan kesehatan satwa di Bandung Zoo terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak demi menjaga kesejahteraan satwa tetap optimal.
Hashtag:
#BandungZoo #PemkotBandung #KesejahteraanSatwa #Konservasi #JawaBarat #BeritaBandung #LelangBandungZoo #AnimalWelfar









