AHY Soroti Bahaya Perlintasan Sebidang, Pemerintah Dorong Pembangunan Flyover dan Underpass

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026)

Infobandungnews – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya masih menjadi titik rawan kecelakaan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Menurutnya, perlintasan sebidang di berbagai daerah memiliki tingkat risiko yang tinggi, terutama apabila belum dilengkapi sistem pengamanan yang memadai.

AHY menjelaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat banyak perlintasan kereta yang belum memiliki fasilitas keselamatan optimal, baik dari sisi penjagaan petugas maupun dukungan teknologi pengamanan. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi kecelakaan, khususnya di titik-titik dengan lalu lintas kendaraan yang padat.

Baca Juga :  Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Nanik S. Deyang Resmi Nahkodai Program Makan Bergizi Gratis

Sebagai upaya mengurangi risiko tersebut, pemerintah tengah mendorong pembangunan infrastruktur berupa flyover dan underpass di sejumlah lokasi perlintasan sebidang yang dinilai padat dan rawan kecelakaan. Langkah ini dianggap penting untuk memisahkan jalur kendaraan dengan lintasan kereta sehingga potensi kecelakaan dapat ditekan.

Selain pembangunan fisik, AHY menekankan perlunya kerja sama dan koordinasi antarinstansi, baik antara pengelola jalan maupun operator perkeretaapian. Menurutnya, penanganan perlintasan sebidang tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang terintegrasi demi memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Ia menegaskan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan transportasi, sehingga masyarakat dapat merasakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertata.***

Berita Terkait

DPR RI dan Pemerintah Sepakati Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Mulai 2027
KAI Pastikan Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Pemerintah Siapkan Kereta Baru
Kemenperin Dorong Pemanfaatan FTA untuk Perluas Ekspor Produk Olahan Kakao Indonesia
Saldi Isra Ingatkan Generasi Muda, Penggunaan AI Jangan Sampai Mengikis Kemampuan Berpikir Kritis
ITB Kembangkan Teknologi Rumah Garam di Jeneponto, Dorong Produktivitas dan Kualitas Garam Rakyat
Dede Yusuf Soroti Dana Hibah Pemilu, Usulkan NPHD Dikelola Pemerintah Pusat
Menkeu Tegaskan Gaji PNS, TNI, dan Polri Tetap Masuk Rekening Pribadi, Bukan Lewat Koperasi
Upin dan Ipin Kembali Sindir Kabut Asap Indonesia, 30 Wilayah di Malaysia Terdampak Polusi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

DPR RI dan Pemerintah Sepakati Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Mulai 2027

Jumat, 6 November 2026 - 11:26 WIB

KAI Pastikan Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Pemerintah Siapkan Kereta Baru

Rabu, 4 November 2026 - 07:25 WIB

Kemenperin Dorong Pemanfaatan FTA untuk Perluas Ekspor Produk Olahan Kakao Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Saldi Isra Ingatkan Generasi Muda, Penggunaan AI Jangan Sampai Mengikis Kemampuan Berpikir Kritis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:58 WIB

ITB Kembangkan Teknologi Rumah Garam di Jeneponto, Dorong Produktivitas dan Kualitas Garam Rakyat

Berita Terbaru