Infobandungnews – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dengan sejumlah agenda strategis, mulai dari perubahan susunan pengurus hingga keputusan pembagian dividen kepada pemegang saham.
Dalam rapat tersebut, bank bjb mengundang seluruh pemegang saham untuk membahas tujuh agenda utama yang telah disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan, usulan pemegang saham utama, serta kebutuhan strategis perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Deputy Corporate Secretary bank bjb, Sani Ikhsan Maulana, menjelaskan bahwa agenda pertama meliputi persetujuan Laporan Tahunan, pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian, serta laporan pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2025.
Agenda berikutnya adalah penetapan penggunaan laba bersih perusahaan, termasuk keputusan pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau senilai Rp85,54 per lembar saham.
Selain itu, RUPST juga membahas penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2025, pembaruan Recovery Plan bank bjb, serta perubahan anggaran dasar perseroan.
Perubahan struktur direksi juga menjadi salah satu agenda penting, terutama untuk memperkuat peran strategis di bidang teknologi informasi. Selanjutnya, rapat menetapkan pengangkatan jajaran pengurus baru yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam susunan komisaris yang baru, bank bjb menetapkan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen Utama, serta sejumlah nama lain seperti Novian Herodwijanto, Eydu Oktain Panjaitan, dan Rudie Kusmayadi.
Sementara itu, jajaran direksi dipimpin oleh Ayi Subarna sebagai Direktur Utama, bersama Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Hana Dartiwan sebagai Direktur Keuangan, Mulyana sebagai Direktur Korporasi dan UMKM, Nunung Suhartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel, Muhammad As’adi Budiman sebagai Direktur Teknologi Informasi, serta Herfinia sebagai Direktur Operasional.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaku pemegang saham pengendali, menyatakan bahwa nama-nama yang ditetapkan dinilai memiliki kapasitas dan integritas untuk membawa bank bjb semakin maju.
Menurutnya, penunjukan jajaran pengurus baru tersebut didasarkan pada pertimbangan profesionalisme serta integritas yang dibutuhkan untuk memperkuat kinerja perusahaan ke depan.









