TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Oktober 2026, Bandung Barat Siapkan 50 Mesin Pengolah Sampah

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan memperoleh dukungan berupa peralatan pengolahan sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut disiapkan sebagai upaya antisipasi menyusul keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang diperkirakan hanya dapat beroperasi dalam enam bulan mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Ibrahmi Aji, menjelaskan bahwa fasilitas pengolahan sampah tersebut rencananya akan disebar di sekitar 50 lokasi di berbagai wilayah Bandung Barat. Meski demikian, pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait jenis maupun spesifikasi alat yang akan disalurkan.

” Informasinya akan ada bantuan mesin pengolah sampah, tetapi jenisnya kami belum tahu. Rencananya ditempatkan di 50 titik,” ungkapnya,  Kamis (11/6).

Menurutnya, jika masing-masing mesin memiliki kemampuan mengolah antara 5 hingga 10 ton sampah setiap hari, maka kapasitas pengolahan sampah di Kabupaten Bandung Barat secara keseluruhan dapat mencapai 250 sampai 500 ton per hari. Kapasitas tersebut dianggap memadai untuk menekan ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

“Kalau menggunakan alat itu, kita relatif aman. Saat ini sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti sekitar 200 ton per hari. Sementara jika kapasitas mesin 5 sampai 10 ton per titik, maka bisa mengolah 250 hingga 500 ton sampah setiap hari,” ujarnya.

Saat ini, pelayanan pengangkutan sampah yang berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat baru mencakup 10 dari 16 kecamatan yang ada. Bahkan, pada wilayah yang telah mendapatkan layanan, pengangkutan sampah masih belum menjangkau seluruh desa akibat keterbatasan jumlah armada yang tersedia.

Ibrahmi mengungkapkan, sebagian sampah yang tidak dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti ditangani secara mandiri melalui sejumlah program pengurangan sampah. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan Bank Sampah, budidaya maggot, serta pemanfaatan sisa makanan untuk dijadikan pakan ternak.

“Yang dikirim ke Sarimukti sekitar 200 ton per hari dari wilayah layanan pengangkutan. Sisanya dikelola melalui bank sampah, maggot, dan di wilayah selatan limbah makanan banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Di kawasan perkotaan volume food waste memang lebih besar,” bebernya.

Baca Juga :  PHRI Kab.Bandung dan Tiga Puluh Project Suguhkan Kelas Menggali Potensi "KOLABORASI"

Sampai Oktober

Di sisi lain, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, menyebutkan bahwa daya tampung TPA Sarimukti diperkirakan hanya cukup untuk menerima sampah dari wilayah Bandung Raya hingga Oktober 2026.

Arief menjelaskan, hasil evaluasi dan perhitungan ulang terhadap Zona 5 TPA Sarimukti yang memiliki luas sekitar 6,3 hektare menunjukkan kapasitas yang tersedia lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Semula, zona tersebut diproyeksikan masih dapat beroperasi hingga dua tahun, namun hasil kajian terbaru menunjukkan masa layanannya lebih singkat.

“Berdasarkan perhitungan terbaru, Zona 5 ini hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026 dan hal itu sudah diketahui oleh Gubernur Jawa Barat,” ungkap Arief.

Ia

menjelaskan, salah satu penyebab berkurangnya usia operasional TPA Sarimukti adalah tidak optimalnya proses pemadatan dan pembentukan landfill akibat keterbatasan alat berat.

“Di lapangan kami tidak memiliki alat kompaktor yang berfungsi. Dua unit yang ada mengalami kerusakan. Alat berat lainnya juga terbatas. Banyak yang sudah diperbaiki, tetapi kembali rusak setelah digunakan. Akibatnya, proses pemadatan dan pembentukan landfill tidak berjalan optimal,” jelasnya.

Di samping kendala terkait ketersediaan alat berat, jumlah sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti juga masih melebihi batas kapasitas yang telah ditentukan. Meskipun kebijakan pembatasan pembuangan ke TPPAS Regional Sarimukti telah diberlakukan, volume sampah yang masuk setiap harinya masih berada di atas target yang ditetapkan.

“Targetnya sekitar 1.400 ton per hari, tetapi dalam praktiknya bisa mencapai 1.700 ton per hari. Sampah dari sumbernya tidak bisa sepenuhnya ditahan. Kita upayakan tetap di angka 1.400 ton, namun realisasinya masih mencapai 1.700 ton per hari,” tambah Arief.***

Berita Terkait

52 Dapur MBG di Cimahi dan Bandung Barat Kena Suspend, Ini Penyebabnya
ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT
BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU
BPBD Kota Bandung Soroti Belum Adanya Pengalihan Aliran Air dari Hulu Usai Banjir di Cipaganti
Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+
Job Fair Majalaya Sediakan Ratusan Lowongan, Kemenaker Apresiasi Inovasi Gerai Bursa Kerja Kabupaten Bandung
Pasar Cijerah Cerah Berbenah, Kini Lebih Bersih dan Nyaman, Food Market Hadir Hidupkan Ekonomi
Hampir 90 Guru Pensiun pada 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Regenerasi Kepala Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:11 WIB

52 Dapur MBG di Cimahi dan Bandung Barat Kena Suspend, Ini Penyebabnya

Senin, 2 November 2026 - 16:04 WIB

ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Minggu, 1 November 2026 - 09:27 WIB

BPBD Kota Bandung Soroti Belum Adanya Pengalihan Aliran Air dari Hulu Usai Banjir di Cipaganti

Minggu, 1 November 2026 - 09:04 WIB

Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+

Berita Terbaru