Pemkot Bandung Mulai Sosialisasikan Proyek BRT ke 22 Kecamatan, Warga Terdampak Dilibatkan

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan langkah awal pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) dengan menggelar sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang akan terdampak proyek tersebut.

Dilansir dari Antara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyampaikan bahwa sosialisasi ini akan menjangkau 22 kecamatan sebagai bagian dari persiapan sebelum pembangunan koridor BRT dimulai. Menurutnya, pelibatan warga sangat penting agar proses pembangunan berjalan lancar dan masyarakat memahami perubahan yang akan terjadi.

“Seluruh wilayah terdampak akan mendapatkan sosialisasi secara menyeluruh. Kami melibatkan unsur masyarakat mulai dari kelurahan, RT/RW hingga pedagang kaki lima,” ujar Rasdian di Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut akan mencakup seluruh rencana pembangunan secara terpadu, baik untuk jalur utama on-corridor maupun area pendukung off-corridor, termasuk potensi dampak yang mungkin timbul selama proses pembangunan berlangsung.

Baca Juga :  Bandung Masuk 34 Besar Kota Kuliner Terbaik Dunia, Cita Rasa Lokal Mendunia

Menurut Rasdian, pendekatan ini dilakukan agar warga memperoleh gambaran lengkap mengenai proyek transportasi massal tersebut, termasuk upaya mitigasi terhadap dampak sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Koridor utama BRT yang memiliki panjang sekitar 21 kilometer disebut menjadi area yang paling terdampak. Jalur tersebut melintasi beberapa kecamatan strategis, seperti Andir, Regol, dan Sumur Bandung.

Untuk mendukung operasional BRT, pemerintah akan membangun jalur khusus yang dilengkapi separator sebagai pembatas lajur. Desain infrastruktur itu akan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar jalur.

Rasdian menambahkan, sosialisasi menjadi tahap krusial agar warga dapat memahami sejak dini perubahan tata lalu lintas maupun penataan kawasan yang akan diterapkan.

Dinas Perhubungan Kota Bandung menargetkan proses sosialisasi ini mulai berjalan pada akhir April hingga awal Mei 2026, sebelum tahapan pembangunan fisik dilaksanakan.

 

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Pastikan PKL Terdampak Penertiban Kiaracondong Dapat Bantuan
Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Dayeuhkolot Digelar 18 Agustus, Ini Jalur Alternatifnya
Lomba Pidato AHY Muda Buka Ruang bagi Pelajar Jabar Sampaikan Gagasan untuk Indonesia
Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat
Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya
Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka
Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru
Dishub Bandung Pastikan Penataan Kawasan Selaras dengan Jalur BRT, Pembangunan Gapura Harus Penuhi Standar

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Dedi Mulyadi Pastikan PKL Terdampak Penertiban Kiaracondong Dapat Bantuan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Dayeuhkolot Digelar 18 Agustus, Ini Jalur Alternatifnya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Lomba Pidato AHY Muda Buka Ruang bagi Pelajar Jabar Sampaikan Gagasan untuk Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya

Berita Terbaru