Jurus Berani Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp2 Triliun demi Selamatkan Infrastruktur Jabar

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Infobandungnew – Di tengah menyusutnya kapasitas fiskal Provinsi Jawa Barat hingga hampir Rp3 triliun, Gubernur Dedi Mulyadi mengambil langkah strategis dengan mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp2 triliun. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah darurat agar proyek-proyek infrastruktur prioritas tidak terhenti dan mangkrak di tengah jalan.

Pinjaman tersebut difokuskan untuk menjaga keberlanjutan sejumlah proyek besar, seperti Jalur Puncak II, pembangunan underpass, serta jembatan layang (flyover) di berbagai daerah. Dengan ruang fiskal APBD 2026 yang semakin terbatas, opsi pinjaman dinilai sebagai solusi realistis guna mempertahankan laju pembangunan.

Dedi menegaskan, pengajuan pinjaman ini dilakukan secara terbuka karena kondisi fiskal daerah yang kehilangan hampir Rp3 triliun. Meski demikian, ia memastikan pinjaman tersebut tidak akan menjadi beban jangka panjang. Target pelunasan ditetapkan paling lambat tahun 2030 dan dibatasi hanya selama masa kepemimpinannya.

Skema pembiayaan dirancang melalui kredit sindikasi antara PT Sarana Multi Infrastruktur dan Bank BJB. Pola ini dipilih untuk menjaga stabilitas likuiditas bank daerah sekaligus memastikan pendanaan tetap terukur dan terkendali.

Baca Juga :  Pemkab Bandung Barat Dukung Pembangunan Jembatan Akses Pusdiklatpassus Batujajar

Dari sisi legislatif, DPRD Jawa Barat menyatakan telah menerima surat resmi pengajuan tersebut. Wakil Ketua DPRD Jabar, MQ Iswara, menyebut pinjaman daerah sebagai opsi rasional ketika pendapatan tak mampu menutup kebutuhan program yang telah disepakati bersama. Ia juga menegaskan langkah ini tetap mengacu pada arahan Kementerian Dalam Negeri dalam penyusunan APBD 2026 di tengah tekanan likuiditas.

Saat ini, rencana pinjaman Rp2 triliun masih berada pada tahap komitmen resmi antara eksekutif dan legislatif. Proses pencairan baru akan dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi dan mekanisme pengawasan dipastikan siap. Tujuan utamanya satu: memastikan roda pembangunan Jawa Barat tetap bergerak dan proyek strategis tidak berhenti di tengah jalan.***

Berita Terkait

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI
Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”
Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik
Dedi Mulyadi Pantau Penertiban Kios Di Sukajadi, Pedagang Keluhkan Relokasi Belum Jelas
Pemprov Jabar Hentikan Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan untuk Cegah Bencana
13 Kiai di Jawa Barat Tertipu Modus Program MBG, Aset Pesantren Melayang
Dedi Mulyadi Serahkan Bantuan PIP di SLBN Cicendo, Pengawasan Dana Pendidikan Diperketat
Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Lewat WhatsApp, Bapenda Jabar Permudah Layanan Digital

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:27 WIB

Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:33 WIB

Dedi Mulyadi Pantau Penertiban Kios Di Sukajadi, Pedagang Keluhkan Relokasi Belum Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:10 WIB

Pemprov Jabar Hentikan Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan untuk Cegah Bencana

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:36 WIB

13 Kiai di Jawa Barat Tertipu Modus Program MBG, Aset Pesantren Melayang

Berita Terbaru