Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Kuota Haji Dinyatakan Sah

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Hakim tunggal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Dengan putusan tersebut, status tersangka yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan tetap sah.

Hakim tunggal Sulistyo Muhamad Dwi Putro saat membacakan amar putusan perkara praperadilan nomor 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL di PN Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026), menyatakan permohonan pemohon tidak dapat dikabulkan.

“Menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” ujar hakim dalam persidangan.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai penetapan tersangka terhadap Yaqut oleh KPK telah dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Selain itu, sejumlah dalil yang diajukan dalam permohonan praperadilan dinilai sudah masuk dalam pokok perkara yang seharusnya dibuktikan di persidangan utama.

Hakim juga menetapkan bahwa biaya perkara dalam permohonan tersebut dibebankan kepada pemohon dengan nilai nihil.

Kasus ini berawal dari kebijakan pembagian tambahan kuota haji Indonesia pada 2024, ketika Yaqut masih menjabat sebagai Menteri Agama. Saat itu, Indonesia memperoleh tambahan 20 ribu kuota haji dari Arab Saudi dengan tujuan mempercepat keberangkatan jemaah yang masa tunggunya sangat panjang, bahkan bisa mencapai lebih dari dua dekade.

Sebelum tambahan tersebut, Indonesia memiliki kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah pada 2024. Setelah adanya tambahan, total kuota meningkat menjadi 241 ribu jemaah.

Baca Juga :  Novel Baswedan: Hasto Kristiyanto Sudah Diusulkan Jadi Tersangka Sejak 2020, Pimpinan KPK Tidak Mau

Persoalan muncul ketika kuota tambahan itu dibagi sama rata, yakni masing-masing 10 ribu untuk jemaah haji reguler dan 10 ribu untuk jemaah haji khusus. Padahal, dalam Undang-Undang Haji disebutkan bahwa kuota haji khusus hanya boleh maksimal 8 persen dari total kuota nasional.

Akibat kebijakan tersebut, komposisi kuota haji Indonesia pada 2024 menjadi 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

KPK menilai kebijakan itu berdampak pada sekitar 8.400 calon jemaah haji reguler yang telah menunggu lebih dari 14 tahun. Mereka seharusnya dapat berangkat setelah adanya tambahan kuota, namun akhirnya batal berangkat.

Berdasarkan hasil penyidikan, KPK kemudian menetapkan Yaqut bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka. Lembaga antirasuah itu menyatakan telah mengantongi sejumlah bukti dalam penetapan status hukum tersebut. Hingga saat ini, Yaqut belum dilakukan penahanan.

Tidak terima dengan status tersangka yang disematkan kepadanya, Yaqut mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan. Ia meminta hakim menyatakan surat penetapan tersangka yang diterbitkan KPK tidak sah. Namun, melalui putusan terbaru ini, permohonan tersebut resmi ditolak.

Berita Terkait

Polresta Bandung Amankan 385 Botol Miras dalam Operasi Gabungan di Soreang dan Katapang
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dan Plt Sekwan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Nusron Wahid Belum Hadir di KPK, Pemeriksaan Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon Jadi Sorotan
KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules, Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon
KPK Telusuri Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil dalam Kasus Iklan BJB
PT Bandung Bebaskan Irfan Suryanagara dari Dakwaan Penggelapan dan Pencucian Uang
KPK Ungkap Kerugian Negara Rp223,6 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB
Istri Bupati Pemalang Ikut Tiba di KPK, Pemeriksaan OTT Dugaan Korupsi Berlanjut

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Polresta Bandung Amankan 385 Botol Miras dalam Operasi Gabungan di Soreang dan Katapang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dan Plt Sekwan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Nusron Wahid Belum Hadir di KPK, Pemeriksaan Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:05 WIB

KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules, Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:11 WIB

KPK Telusuri Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil dalam Kasus Iklan BJB

Berita Terbaru