Keluarga Noel Siap Ajukan Pengalihan Tahanan, Pertimbangkan Kesehatan dan Momentum Keagamaan

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga mantan Wamenaker Noel Ebenezer juga akan mengajukan pengalihan penahanan.

Keluarga mantan Wamenaker Noel Ebenezer juga akan mengajukan pengalihan penahanan.

Infobandungnews – Keluarga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, berencana mengajukan permohonan pengalihan status penahanan kepada majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Langkah tersebut muncul setelah sebelumnya mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, memperoleh kebijakan penahanan rumah saat momentum Lebaran.

Kuasa hukum Noel, Aziz Yanuar, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengajukan permohonan tersebut setelah masa libur berakhir.

Saat ini, Noel masih menjalani penahanan sebagai terpidana dalam perkara dugaan pemerasan dan/atau penerimaan gratifikasi terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Aziz menjelaskan, pengajuan ini juga dipengaruhi oleh adanya preseden pengalihan tahanan yang dialami Yaqut.

Selain itu, kondisi kesehatan Noel menjadi pertimbangan penting. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, dokter merekomendasikan tindakan medis berupa operasi ringan yang memerlukan perawatan intensif.

Baca Juga :  Kasus Suap Kepala Basarnas, Puspom TNI: KPK Menyalahi Aturan

Tak hanya itu, pihak keluarga juga mempertimbangkan momentum hari besar keagamaan, yakni perayaan Paskah yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Sebelumnya, informasi mengenai tidak terlihatnya Yaqut di rumah tahanan sempat disampaikan oleh istri Noel, Silvia Rinita Harefa, usai menjenguk suaminya. Ia menyebut adanya kabar bahwa Yaqut telah keluar dari rutan sejak Kamis malam.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa penahanan Yaqut dialihkan menjadi tahanan rumah sejak Kamis malam. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan bukan karena alasan kesehatan.

KPK juga memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam keputusan tersebut, serta menegaskan bahwa setiap pihak memiliki hak untuk mengajukan permohonan serupa sesuai ketentuan yang berlaku.***

Berita Terkait

Polresta Bandung Amankan 385 Botol Miras dalam Operasi Gabungan di Soreang dan Katapang
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dan Plt Sekwan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD
Nusron Wahid Belum Hadir di KPK, Pemeriksaan Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon Jadi Sorotan
KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules, Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon
KPK Telusuri Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil dalam Kasus Iklan BJB
PT Bandung Bebaskan Irfan Suryanagara dari Dakwaan Penggelapan dan Pencucian Uang
KPK Ungkap Kerugian Negara Rp223,6 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB
Istri Bupati Pemalang Ikut Tiba di KPK, Pemeriksaan OTT Dugaan Korupsi Berlanjut

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Polresta Bandung Amankan 385 Botol Miras dalam Operasi Gabungan di Soreang dan Katapang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dan Plt Sekwan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Nusron Wahid Belum Hadir di KPK, Pemeriksaan Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:05 WIB

KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules, Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:11 WIB

KPK Telusuri Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil dalam Kasus Iklan BJB

Berita Terbaru