Pemekaran Jabar Menjadi Lima Provinsi Baru Belum Urgensi

- Jurnalis

Jumat, 27 Juni 2025 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Macan Effendi mengatakan pemekaran Jawa Barat (Jabar) menjadi lima provinsi belum urgensi. Para Gubernur Jawa Barat terdahulu, termasuk Dedi Mulyadi justru punya semangat memekarkan kabupaten/kota.

“Dari zaman Pak Aher, Pak RK, saya yakin juga Pak KDM akan melakukan hal sama. Bagaimana memperbanyak jumlah kabupaten kota yang saat ini tidak ekuivalen dengan jumlah penduduk,” kata Dede saat dihubungi, Rabu (25/6/2025).

Legislator Dapil Jawa Barat II ini menilai, alasan pemekaran provinsi untuk mengejak pelayanan publik tak bisa dibenarkan. Pasalnya, kata dia, pelayanan publik itu dilakukan oleh kabupaten atau kota.

“Pelayanan publik itu dilakukan oleh kabupaten dan kota, bukan oleh provinsi. Kenapa? Karena provinsi itu kaitannya sekarang adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, yang mana sifatnya tadi mengkoordinasikan, lalu kemudian juga menseimbangkan,” ucap Dede.

“Jadi dari situ kita harus melihat bahwa perjuangan kawan-kawan yang sejak beberapa gubernur itu selalu muncul adalah menambah kurang lebih 6-7 kabupaten kota lagi. Lokasinya silahkan cari sendiri, itu sudah banyak kok data-dsta tersebut,” imbuhnya.

Dede pun mencontohkan masih ada satu kabupaten di Jawa Barat yang jumlah penduduknya melebihi satu provinsi di luar Pulau Jawa.

“Artinya kabupaten itu terlalu sesek, terlalu penuh dengan jumlah kecamatan mungkin hampir 50-60 kecamatan. Artinya sudah terlalu banyak. Nah Itulah yang penting kita harus perjuangkan ke depan,” tutur Dede.

Atas dasar itu, Dede berkata, pemekaran Jawa Barat menjadi lima provinsi belum ada urgensinya. Apalagi, kata dia, provinsi yang baru dimekarkan belum bisa mandiri dari sisi keuangan fiskal.

“Untuk provinsi, menurut saya belum ada urgensinya. Kenapa belum ada urgensinya? Belajar dari pengalaman, provinsi-provinsi baru yang baru lahir beberapa tahun belakangan, ternyata belum sanggup mendiri secara kemampuan fiskalnya,” kata Dede.

Baca Juga :  Diam-diam Partai Demokrat Siapkan Dede Yusuf dan Cellica untuk Pilgub Jabar 2024

“Jadi artinya berarti harus mendapat sokongan terus dari pusat maupun pemerintah daerah asalnya. Kalau melihatnya hanya dari sekedar membagi kekuasaan, menurut saya kuncinya di kabupaten kota bukan di provinsi,” pungkas Dede.

Wacana pemekaran wilayah Provinsi Jawa Barat menjadi lima provinsi baru kembali bergulir. Saat ini wacana ini digodok oleh DPRD Jabar bersama Pemprov sebelum diajukan ke pemerintah pusat.

Adapun lima wilayah yang menjadi bahan pembahasan dalam wacana pemekaran Jawa Barat, yakni.

1. Provinsi Sunda Galuh (Talaga Cianjaran)

Kabupaten & Kota: Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, Pangandaran

2. Provinsi Sunda Priangan (Bandung Suci)

Kabupaten & Kota: Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Cimahi, Kota Bandung

3. Provinsi Sunda Pakuan (Gorde Suci)

Kabupaten & Kota: Bogor, Depok, Sukabumi, Cianjur

4. Provinsi Sunda Taruma / Sunda Bagasasi (Pusaka Besi)

Kabupaten & Kota: Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang

5. Provinsi Sunda Caruban (Kunci Iman)

Kabupaten & Kota: Kuningan, Cirebon, Indramayu, Majalengka

Wacana pemekaran ini kembali naik ke permukaan sebagai solusi pemerataan pembangunan dan efisiensi pelayanan publik di wilayah dengan populasi dan luas yang besar seperti Jawa Barat.

Merespon itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan meskipun peluang pembukaan moratorium ada, usulan ini tetap memerlukan kajian menyeluruh dan cermat.

“Jadi, moratorium itu walaupun dibuka, tentu memerlukan kajian yang sangat matang tentang kriteria apa saja,” ujar Bima Arya saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Selasa (24/6/2025).

Berita Terkait

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT
Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk
Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan
DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan
Harga Jual di Bawah Biaya Produksi, DPRD Jabar Dorong Pemerintah Selamatkan Peternak
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dan Gerakan Pangan Murah Meriahkan Soreang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya Sunda

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:51 WIB

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Senin, 13 Juli 2026 - 21:07 WIB

Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:31 WIB

Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:05 WIB

DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:29 WIB

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Aksi Sosial dan Gerakan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru