Optimalisasi Program MBG: Distribusi Disesuaikan, Potensi Hemat Anggaran Capai Rp20 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,

Infobandungnews – Pemerintah terus memaksimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya dengan mengatur pola distribusi makanan menjadi lima hari dalam satu minggu. Kebijakan ini difokuskan pada penyediaan makanan segar agar kualitas dan nilai gizinya tetap terjaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan efektivitas program sekaligus efisiensi anggaran. Ia menyebutkan, dari optimalisasi tersebut, potensi penghematan dapat mencapai Rp20 triliun.

Namun demikian, kebijakan ini tidak berlaku secara menyeluruh. Pemerintah memberikan pengecualian bagi wilayah tertentu seperti daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kawasan dengan tingkat stunting tinggi, serta fasilitas asrama.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa sistem distribusi MBG telah disesuaikan berdasarkan jenis makanan dan daya tahannya. Untuk pelajar, makanan segar tetap didistribusikan selama lima hari dalam sepekan guna menjaga kualitas konsumsi.

Baca Juga :  KPK Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kasus Harun Masiku

Sementara itu, bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), distribusi tetap berjalan hingga enam hari dalam seminggu, mengikuti mekanisme yang telah diterapkan sebelumnya.

Khusus di wilayah 3T, pemerintah menerapkan pendekatan berbeda dengan menyalurkan bahan pangan kering yang lebih mudah disimpan dan didistribusikan, seperti susu, roti, buah, dan bahan lainnya yang tidak memerlukan pengolahan rumit.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap keterbatasan infrastruktur, akses logistik, serta fasilitas penyimpanan di daerah tersebut. Dengan strategi ini, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi yang layak.

BGN memastikan bahwa seluruh skema distribusi yang diterapkan tetap mengacu pada standar gizi nasional serta prinsip keamanan pangan, sehingga program MBG dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.***

Berita Terkait

BGN Klarifikasi Motor Listrik Viral: Untuk Operasional Program MBG, Bukan Puluhan Ribu Unit
Mendagri Tetapkan Daftar ASN yang Tidak Berlaku WFH, Ini Rinciannya
Mulai 1 April 2026 Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi, Ini Rinciannya
Mulai Hari ini, Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Platform Digital Wajib Patuh
Klarifikasi Jubir: Jusuf Kalla Tidak ke Iran, Fokus Hadiri Dialog Perdamaian di ASEAN
Rencana Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka
WFH Sehari Sepekan Usai Lebaran 2026, Pemerintah Bidik Penghematan Energi
Mudik Lebaran 2026: Tol Fungsional Japek II Selatan Dibuka, Arus Bandung–Jakarta Dialihkan Hindari Macet KM 66

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:33 WIB

BGN Klarifikasi Motor Listrik Viral: Untuk Operasional Program MBG, Bukan Puluhan Ribu Unit

Kamis, 2 April 2026 - 08:12 WIB

Optimalisasi Program MBG: Distribusi Disesuaikan, Potensi Hemat Anggaran Capai Rp20 Triliun

Rabu, 1 April 2026 - 18:02 WIB

Mendagri Tetapkan Daftar ASN yang Tidak Berlaku WFH, Ini Rinciannya

Rabu, 1 April 2026 - 17:47 WIB

Mulai 1 April 2026 Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi, Ini Rinciannya

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:15 WIB

Mulai Hari ini, Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Platform Digital Wajib Patuh

Berita Terbaru