Konflik Wisata Offroad di Lembang Memanas, Pemkab Bandung Barat Dorong Dialog dan Standar Keamanan

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengajak warga serta pengelola wisata offroad dan motor trail di kawasan hutan Sukawana–Cikole, Kecamatan Lembang, untuk duduk bersama guna meredakan ketegangan. Perselisihan antara masyarakat dan aktivitas kendaraan ekstrem tersebut sempat memuncak hingga terjadi pemblokiran jalur lintasan di kawasan hutan Lembang.

Aktivitas wisata offroad dan motor trail dinilai perlu lebih memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar, terutama agar tidak mengganggu kehidupan sehari-hari warga setempat.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, David Oot, menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang luas. Karena itu, pengelolaannya harus mengutamakan kepentingan masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Menurutnya, kegiatan wisata menghadirkan efek ekonomi berantai karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat lokal. Oleh sebab itu, setiap aktivitas wisata harus dikelola secara bijak dan inklusif.

Ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan tidak dapat dilakukan sepihak, melainkan melalui dialog terbuka antara semua pihak terkait, termasuk masyarakat terdampak, pengelola wisata, dan Perhutani sebagai pemilik lahan.

Selain dampak sosial dan lingkungan, pemerintah daerah juga menyoroti aspek keselamatan dalam wisata ekstrem tersebut. Standar keamanan, menurut David, harus menjadi prioritas utama penyelenggara karena wisatawan membayar layanan yang seharusnya menjamin keselamatan.

Baca Juga :  Buntut Kecelakaan Maut, Proyek Kereta Cepat Dihentikan Sementara!

Ia menambahkan bahwa kegiatan offroad memiliki risiko tinggi, sehingga penyelenggara harus memastikan sistem keamanan yang jelas dan memadai bagi para wisatawan.

Sebelumnya, warga RT 03 RW 12 Kampung Cipariuk, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, menutup akses jalur kendaraan offroad dan motor cross di kawasan hutan Sukawana–Cikole. Aksi ini dilakukan karena kendaraan ekstrem kerap melintas hingga mendekati permukiman dan menyebabkan kerusakan.

Kerusakan jalan lingkungan serta terganggunya infrastruktur air bersih menjadi keluhan utama warga. Pipa saluran air dari kawasan hutan menuju permukiman disebut sering pecah akibat terlindas kendaraan.

Asisten Perhutani (Asper) Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, Cucu Supriatna, membenarkan penutupan jalur tersebut. Ia menyebut aktivitas offroad dan motor cross telah merusak jalan warga.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan offroad dan motor cross di kawasan itu tidak memiliki kerja sama resmi dengan Perhutani sebagai pengelola lahan, sehingga dapat dikategorikan sebagai aktivitas ilegal.

Berita Terkait

Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat
Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya
Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka
Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru
Dishub Bandung Pastikan Penataan Kawasan Selaras dengan Jalur BRT, Pembangunan Gapura Harus Penuhi Standar
911 Anggota BPD Kabupaten Bandung Resmi Dilantik, Bupati Titip Penguatan Ketahanan Pangan hingga Program MBG
Agus Cahya Siap Kawal Aspirasi 44 Ribu Warga Desa Rancamanyar sebagai Ketua BPD
PERSIB Kelola 65 Ton Sampah di GBLA, Bukti Komitmen Wujudkan Stadion Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Dishub Bandung Pastikan Penataan Kawasan Selaras dengan Jalur BRT, Pembangunan Gapura Harus Penuhi Standar

Berita Terbaru