Ciamis Resmi Dimekarkan Jadi 2 Wilayah

- Jurnalis

Minggu, 19 Januari 2025 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ciamis Dimekarkan Jadi 2 Wilayah, Salah Satunya Terkenal Sebagai Gerbang Jawa Barat

Sumber Artikel berjudul

Ciamis Dimekarkan Jadi 2 Wilayah, Salah Satunya Terkenal Sebagai Gerbang Jawa Barat Sumber Artikel berjudul "Ciamis Resmi Dimekarkan Jadi 2 Wilayah, Salah Satunya Dijuluki sebagai Gerbang Jawa Barat

infobandungnews.com – Kabupaten Ciamis lakukan pemekaran, lahirkan Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar Sebagai Daerah Otonom Baru di Jawa Barat. Kabupaten Ciamis di Jawa Barat baru-baru ini menyelesaikan proses pemekaran wilayah yang menghasilkan dua daerah baru, yaitu Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar. Pemekaran ini membawa dampak signifikan terhadap perkembangan kedua wilayah tersebut, sekaligus menambah dinamika administratif di Jawa Barat. Sementara Kabupaten Ciamis yang sekarang menyusut dengan kehilangan 41,66 persen dari wilayahnya, Kota Banjar kini dikenal sebagai gerbang Jawa Barat, sebuah posisi strategis yang penting untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Sebelum pemekaran, Kabupaten Ciamis memiliki 36 kecamatan dan dikenal dengan potensi wisata pantainya yang menjadi daya tarik utama. Namun, sejak beberapa wilayah berpisah untuk membentuk Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, daerah-daerah ini kini mengelola sektor wisata dan perekonomian mereka secara mandiri. Kota Banjar, dengan status baru sebagai kota otonom, menjadi titik masuk penting ke Jawa Barat dari arah selatan, menghubungkan provinsi dengan wilayah lainnya.

Proses Pemekaran dan Sejarah Kota Banjar serta Kabupaten Pangandaran

Pemekaran wilayah Kabupaten Ciamis ini memiliki sejarah panjang yang dimulai dengan keputusan untuk membentuk dua daerah baru. Kota Banjar resmi menjadi kota pada Februari 2003, berdasarkan Undang-Undang No 27 Tahun 2002. Sementara itu, Kabupaten Pangandaran baru diresmikan pada 17 November 2012 melalui Undang-Undang No 12 Tahun 2012. Proses pemekaran ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan pemerintahan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah.

Kota Banjar kini terbagi menjadi empat kecamatan, yakni Banjar, Langensari, Pataruman, dan Purwaharja, dengan luas wilayah sekitar 113 km². Sementara itu, Kabupaten Pangandaran memiliki sepuluh kecamatan, di antaranya Cigugur, Langkaplancar, Cimerak, Pangandaran, dan Kalipucang, dengan potensi besar di sektor pariwisata karena banyaknya pantai yang menjadi destinasi wisata unggulan.

Baca Juga :  Kapolda Jabar imbau para pengemudi pastikan kendaraan laik jalan

Potensi dan Perkembangan Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar

Kota Banjar: Sebagai wilayah yang dijuluki gerbangnya Jawa Barat, Kota Banjar memainkan peran penting sebagai pintu masuk ke provinsi ini. Dengan luas sekitar 113 km² dan empat kecamatan, Banjar telah berkembang menjadi kota yang penting dalam berbagai aspek. Selain dikenal sebagai gerbang utama, Banjar juga memiliki potensi besar di sektor perdagangan dan industri, didorong oleh infrastruktur yang semakin berkembang dan posisi geografisnya yang strategis.

Kabupaten Pangandaran: Di sisi lain, Kabupaten Pangandaran, dengan luas wilayah yang lebih besar dan pantai-pantai yang indah, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Kabupaten ini terbagi dalam sepuluh kecamatan dan dikenal sebagai tujuan wisata populer, dengan tempat-tempat seperti Pantai Pangandaran dan Pantai Batu Karas yang menawarkan pemandangan alam yang memukau. Pariwisata menjadi sektor utama yang mendorong perekonomian Kabupaten Pangandaran, yang juga turut mendukung peningkatan sektor jasa dan perdagangan di kawasan ini.

Jumlah Penduduk dan Potensi Ekonomi: Kabupaten Ciamis yang kini hanya memiliki 27 kecamatan dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, terus berfokus pada pembangunan daerah yang lebih merata. Sementara itu, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran juga menikmati perkembangan signifikan berkat pemekaran ini, dengan masing-masing wilayah berfokus pada sektor unggulan yang mendukung perekonomian lokal.

Pemekaran ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua daerah tersebut, dengan peningkatan infrastruktur, kesejahteraan sosial, dan kemajuan ekonomi yang semakin pesat. *** (Refa_IBN008)

 

 

 

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Tata Halaman Gedung Sate, Aspirasi Warga Lancar Tanpa Ganggu Arus Lalu Lintas
Revitalisasi Plaza Gedung Sate Dimulai, Pemprov Jabar Siapkan Wajah Baru Ruang Publik Ikonik
Pemprov Jabar Terapkan WFH Kamis, Jumat Tetap Normal; Pemkot Bandung Ikuti Skema Pusat
Saeful Bachri Perkuat Ketahanan Pangan di Arjasari, Program ASRI dan Hilirisasi Jadi Andalan
Relaksasi Syarat Pajak Tanpa KTP Dongkrak Pendapatan, Samsat Pajajaran Lampaui Target
Penjagaan Warga di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara, Pemdes Tegaskan Tak Ada Pungli
Dedi Mulyadi Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung
Viral Video Distribusi Motor Listrik BGN di Jabar, Pemprov Pastikan Belum Ada Konfirmasi Resmi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:04 WIB

Dedi Mulyadi Tata Halaman Gedung Sate, Aspirasi Warga Lancar Tanpa Ganggu Arus Lalu Lintas

Selasa, 14 April 2026 - 11:35 WIB

Revitalisasi Plaza Gedung Sate Dimulai, Pemprov Jabar Siapkan Wajah Baru Ruang Publik Ikonik

Minggu, 12 April 2026 - 08:43 WIB

Pemprov Jabar Terapkan WFH Kamis, Jumat Tetap Normal; Pemkot Bandung Ikuti Skema Pusat

Sabtu, 11 April 2026 - 18:46 WIB

Saeful Bachri Perkuat Ketahanan Pangan di Arjasari, Program ASRI dan Hilirisasi Jadi Andalan

Jumat, 10 April 2026 - 08:47 WIB

Relaksasi Syarat Pajak Tanpa KTP Dongkrak Pendapatan, Samsat Pajajaran Lampaui Target

Berita Terbaru