Infobandungnews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmennya dalam menerapkan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah saat berdialog dengan warga dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-88 di Kelurahan Sekejati, Kota Bandung, Selasa (8/4/2026).
Farhan menyampaikan bahwa pendekatan pembangunan tidak lagi dilakukan secara seragam, mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda.
“Kita tidak bisa lagi menyamaratakan. Setiap daerah punya kebutuhan masing-masing, jadi kebijakan harus berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung kini mengandalkan data kewilayahan yang dihimpun melalui program Laci Rukun Warga sebagai acuan utama dalam menentukan prioritas pembangunan.
Data tersebut digunakan untuk merancang program serta kebijakan yang tepat sasaran sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
Menurut Farhan, data dari Laci Rukun Warga telah melalui proses verifikasi sehingga valid dan dapat dipertanggungjawabkan dalam perencanaan pembangunan.
“Semua sudah melalui proses verifikasi. Jadi kebijakan yang diambil bukan lagi asumsi, tapi berdasarkan fakta di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan status lahan dan fungsi fasilitas umum agar proses pembangunan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Status lahan dan peruntukannya harus jelas sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan baru,” tambahnya.
Farhan turut mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi terkait kondisi lingkungan masing-masing, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Peran warga sangat penting, dimulai dari penyampaian data yang akurat,” tutupnya.









