Infobandungnews – Pemerintah Kota Bandung mulai merancang penataan ulang kawasan Jalan Asia Afrika melalui program pembaruan wajah kawasan atau facelift. Langkah ini menjadi bagian awal dari upaya menghidupkan kembali aktivitas di kawasan bersejarah tersebut yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan cukup tajam.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai kawasan Asia Afrika memiliki potensi besar, namun hingga saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, baru sebagian potensi kawasan yang benar-benar terhubung dan berjalan, sementara aktivitas ekonomi, khususnya sektor perdagangan ritel, masih lesu.
Menurut Farhan, saat ini kehidupan ekonomi di kawasan Asia Afrika lebih banyak ditopang oleh sektor perhotelan. Sementara itu, sejumlah pertokoan di sepanjang jalur Masjid Raya Bandung hingga Jalan Otto Iskandardinata (Otista) masih banyak yang tutup dan belum kembali beroperasi.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Dalem Kaum. Meskipun beberapa aktivitas perdagangan masih bertahan, geliat ekonomi di pusat kota bagian selatan dinilai terus menurun jika dibandingkan dengan kawasan Bandung utara yang kini berkembang lebih pesat dan ramai.
Melihat situasi tersebut, Pemkot Bandung menilai diperlukan langkah pembenahan yang serius, dimulai dari perbaikan fisik kawasan. Program facelift akan difokuskan pada penataan tampilan bangunan, pembenahan elemen visual kota, serta penghapusan vandalisme yang selama ini mengurangi estetika kawasan.
Farhan menegaskan, upaya membersihkan vandalisme akan dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan tetap terjaga. Pemerintah juga berkomitmen menindak pihak-pihak yang merusak fasilitas dan keindahan kawasan.
Penataan ini akan dilaksanakan bertahap. Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung akan terlebih dahulu menuntaskan proyek pembenahan di kawasan Kosambi Simpang Lima. Setelah proyek tersebut selesai, fokus revitalisasi akan diarahkan sepenuhnya ke kawasan Asia Afrika.
Menurut Farhan, pembenahan fisik kawasan menjadi langkah dasar sebelum mendorong kebangkitan ekonomi. Kawasan yang bersih, tertata, dan nyaman diyakini dapat menarik kembali pelaku usaha serta investor untuk menghidupkan ruang-ruang usaha yang saat ini kosong.
Ia optimistis, jika revitalisasi kawasan dilakukan secara konsisten dan dibarengi strategi ekonomi yang tepat, kawasan Asia Afrika dapat kembali menjadi pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata unggulan di Kota Bandung.









