Infobandungnews – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, untuk sementara waktu dihentikan sejak Selasa (7/4/2026). Keputusan ini diambil setelah sejumlah siswa SMP 1 Dayeuhkolot mengembalikan paket makanan yang masih berada dalam ompreng.
Peristiwa tersebut sempat menjadi sorotan publik setelah video pengembalian makanan beredar luas di media sosial. Dalam tayangan yang diunggah akun Instagram, terlihat para siswa memulangkan makanan MBG karena diduga mengeluarkan aroma tidak sedap.
Diketahui, makanan MBG tersebut diproduksi oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup, yang merupakan binaan Kadin Kabupaten Bandung dan berlokasi di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.
Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Triyono, membenarkan adanya penghentian sementara program tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan itu merupakan hasil koordinasi antara Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama Koordinator Wilayah (Korcam) Bidang Pendidikan, setelah melakukan peninjauan langsung di lapangan.
Menurutnya, program tersebut untuk sementara dinonaktifkan sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan dari pihak Puskesmas Dayeuhkolot.
Penghentian ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kesehatan para siswa tetap terjaga. Tim medis dari Puskesmas Dayeuhkolot pun telah mengambil sampel makanan guna dilakukan uji klinis.
Hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut masih ditunggu sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya. Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci secara detail penyebab utama yang memicu dilakukannya pengujian tersebut.
Triyono menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program, khususnya dalam aspek kebersihan dan keamanan pangan bagi para pelajar.
Sementara itu, Kepala SPPG Desa Citeureup, Putra Angga, mengakui bahwa makanan dalam video yang beredar berasal dari dapur yang dikelolanya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas kejadian yang menimbulkan keresahan tersebut.
Putra Angga menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab penuh serta segera melakukan pembenahan, terutama dalam sistem kebersihan dan pengelolaan dapur, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.***









