106 Ribu Anak di Jawa Barat Putus Sekolah, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Jemput Bola

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat bersama Kadisdik Jabar Purwanto membahas nasib tenaga honorer di sekolah yang gaji Maret-April 2026 belum dibayar.(Tangkapan Video Dedi Mulyadi)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat bersama Kadisdik Jabar Purwanto membahas nasib tenaga honorer di sekolah yang gaji Maret-April 2026 belum dibayar.(Tangkapan Video Dedi Mulyadi)

Infobandungnews – Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah anak tidak sekolah (ATS) tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saat ini ada sekitar 106.196 anak di Jawa Barat yang belum mendapatkan akses pendidikan formal.

Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah strategis melalui pendataan menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota. Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui persebaran anak-anak yang tidak bersekolah agar penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.

Menurut Dedi, persoalan anak tidak sekolah menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Setelah data terkumpul, tim dari pemerintah desa, dinas pendidikan kabupaten/kota, pemerintah provinsi, hingga pengawas sekolah akan turun langsung ke lapangan untuk mengajak anak-anak kembali melanjutkan pendidikan.

Ia menambahkan, upaya tersebut tidak hanya berhenti pada pendataan, tetapi juga diikuti dengan jaminan pembiayaan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat bersekolah secara gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Khusus untuk jenjang sekolah dasar, biaya pendidikan sepenuhnya telah ditanggung oleh pemerintah kabupaten dan kota. Karena itu, Dedi meminta para orangtua untuk lebih aktif memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah dan tidak putus di tengah jalan.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun ajaran 2024/2025, sejumlah daerah mencatat angka putus sekolah yang cukup tinggi di berbagai jenjang pendidikan.

Baca Juga :  Korban Tewas Gempa Cianjur Bertambah Lagi Jadi 318 Orang

Pada tingkatkan Sekolah Dasar (SD), Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan jumlah siswa putus sekolah terbanyak yakni 545 siswa, disusul Kabupaten Bogor 533 siswa dan Kabupaten Sukabumi 485 siswa. Kabupaten Bandung sendiri berada di urutan ketujuh dengan 345 siswa.

Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kabupaten Bogor kembali mencatat angka tertinggi dengan 254 siswa putus sekolah, diikuti Kabupaten Garut sebanyak 218 siswa dan Kabupaten Cianjur 144 siswa. Kabupaten Bandung berada di posisi keempat dengan 85 siswa.

Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Kabupaten Garut menjadi wilayah dengan angka tertinggi sebanyak 74 siswa, sedangkan Kabupaten Bandung Barat tercatat 28 siswa dan Kabupaten Bandung 23 siswa.

Sementara di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kabupaten Bogor kembali menempati posisi teratas dengan 99 siswa putus sekolah, diikuti Kabupaten Cianjur 86 siswa dan Kabupaten Subang 77 siswa.

Data tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan yang lebih efektif dalam menekan angka putus sekolah, terutama di daerah-daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Melalui langkah pendataan dan pendekatan langsung kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan semakin banyak anak bisa kembali memperoleh hak pendidikan yang layak.***

Berita Terkait

Pemkot Bogor Resmi Batasi Angkot Berusia Lebih dari 20 Tahun, Operasional Mulai Dihentikan
WIITEX 2026 Jadi Ajang Promosi Kopi dan Kakao Jawa Barat, Saeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao Menuju Sentra Nasional
Saeful Bachri: Aspirasi Warga Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Jawa Barat
Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI
Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”
Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik
Dedi Mulyadi Pantau Penertiban Kios Di Sukajadi, Pedagang Keluhkan Relokasi Belum Jelas
Pemprov Jabar Hentikan Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan untuk Cegah Bencana

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:38 WIB

Pemkot Bogor Resmi Batasi Angkot Berusia Lebih dari 20 Tahun, Operasional Mulai Dihentikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:24 WIB

Saeful Bachri: Aspirasi Warga Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Jawa Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:38 WIB

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:27 WIB

Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik

Berita Terbaru

Bandung Raya

Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’

Jumat, 19 Jun 2026 - 08:15 WIB