Infobandungnews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyalurkan kompensasi sebesar Rp1 juta kepada para sopir angkutan kota (angkot) yang melayani rute Puncak, Bogor. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk pengganti pendapatan karena para sopir diminta menghentikan operasional selama lima hari pada periode libur Lebaran 2026.
Penyerahan dana kompensasi dilakukan di halaman Polres Bogor pada Minggu (15/3/2026) sore. Tercatat sekitar 2.000 sopir dari kurang lebih 700 armada angkot yang beroperasi di kawasan Puncak menerima bantuan tersebut.
Setelah menerima kompensasi, para sopir mengaku bersyukur karena bantuan sebesar Rp1 juta itu dinilai cukup membantu, dengan rincian sekitar Rp200.000 per hari selama masa libur.
Penyaluran kompensasi dilakukan secara simbolis oleh Dedi Mulyadi, mengingat para sopir tidak dapat beroperasi selama penerapan kebijakan libur angkot di masa Lebaran.
Salah satu sopir angkot trayek 02, Muhammad Kholik (30), menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menilai kompensasi itu mampu menutup sebagian penghasilan yang hilang selama masa libur.
“Terima kasih kepada Bapak Dedi Mulyadi atas bantuan ini. Semoga ke depan kami bisa kembali mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Kholik menjelaskan bahwa total kompensasi Rp1 juta diberikan untuk lima hari, sehingga rata-rata sopir menerima sekitar Rp200.000 per hari. Menurutnya, jumlah tersebut cukup membantu di tengah kondisi pendapatan sopir yang tidak menentu.
Ia juga menyebutkan bahwa jadwal libur operasional angkot telah ditentukan pada beberapa tanggal, yakni 22, 23, 24, 27, dan 28 menjelang dan setelah Lebaran, sehingga para sopir tidak melayani penumpang di jalur Puncak yang biasanya padat wisatawan.
Sopir lainnya, Awan (33), menambahkan bahwa para pengemudi diminta mematuhi jadwal libur yang telah ditetapkan selama penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa sopir yang sudah dijadwalkan libur tidak diperbolehkan beroperasi.









