Warga Bandung Rela Antre Berjam-jam Demi Beras Murah

- Jurnalis

Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tingginya antusiasme warga untuk mendapakan beras murah membuat antrean membludak seperti yang terjadi hari ini, Selasa (20/2/2024), di  Kantor Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. 

Tingginya antusiasme warga untuk mendapakan beras murah membuat antrean membludak seperti yang terjadi hari ini, Selasa (20/2/2024), di  Kantor Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. 

Infobandungnews.com -Sebagai langkah untuk menekan harga beras yang terus naik di Kota Bandung, Jawa Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar operasi pasar beras dan pasar murah di 30 kecamatan, mulai 19 Februari-1 Maret 2024.

Dalam kegiatan ini,warga Bandung bisa mendapatkan beras kualitas medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp 10.600 per kilogram atau Rp 53.000 per satu kantong beras berisi 5 kilogram.

Tingginya antusiasme warga untuk mendapakan beras murah membuat antrean membludak seperti yang terjadi hari ini, Selasa (20/2/2024), di  Kantor Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

“Saya antre sampai satu jam. Ini pembelian yang tahap dua. Yang pertama tadi anak saya sampai tiga jam antrenya,” kata Nurhayati (52), warga Kiaracondong, Kota Bandung, saat ditemui seusai  mengantre, Selasa siang.

Nurhayati mengaku rela mengantre karena saat ini harga beras yang biasa dia konsumsi sangat mahal terutama untuk kelas medium.

“Di warung sekarang sudah Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per kilogram. Kalau beli yang Rp 15.000 kualitasnya jelek, kurang layak,” ujarnya.

Namun, karena tingginya antusiasme warga untuk membeli beras, tidak semua warga kebagian.

Stok beras 20 ton untuk warga di Kecamatan Kiaracondong yang pembeliannya dibuka sejak pukul 07.00 WIB pun ludes pada pukul 12.00 WIB.

“Iya, saya datang kesiangan. Lihat antrean sudah panjang, katanya juga sudah habis, ” kata Dede (63).

Dede berharap penjualan beras murah bisa kembali digelar agar pembelian bisa merata.

“Kalau ada lagi lebih baik dibagi per wilayah saja, biar nggak menumpuk, ” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kabid Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengatakan, antrean warga di Kecamatan Kiaracondong yang akan membeli beras murah, sudah terjadi sejak pukul 06.00 WIB.

“Warga sudah antre sejak pukul 06.00 WIB. Ini penjualan 10 ton kedua. 10 ton pertama sudah habis, ” ungkapnya.

Untuk pembelian beras seharga Rp 53.000 per satu kantong isi 5 kilogram, hanya boleh dibeli satu kantong saja per KTP agar bisa dinikmati lebih banyak masyarakat.

Disdagin dan Bulog, lanjut Meiwan, menyediakan 10 ton beras untuk satu kecamatan.

Namun, khusus untuk beberapa kecamatan padat penduduk seperti Kiaracondong, Babakan Ciparay, dan Antapani, kuota penjualan beras dinaikkan menjadi 20 ton.

“Masing-masing kecamatan 10 ton. Kemarin kita distribusikan untuk tiga kecamatan yaitu Buahbatu, Bandung Wetan, dan Cibiru. Untuk. hari ini di Kiaracondong, Cibeunying Kaler, dan Astana Anyar,” jelasnya.

Meiwan mengatakan, setelah melihat antusiasme masyarakat dalam operasi pasar penjualan beras murah, pihaknya akan mengevaluasi kembali pola pendistribusian agar antrean masyarakat tidak terlalu membludak.

“Setelah dua hari kita coba sistem antrean terbuka, kita lihat nanti hasil evaluasi apakah bisa di-drop ke kelurahan untuk mémecah antrean agar tidak ada lagi masyarakat berdesak desakan,” ujarnya. (YG-IBN001)***

Sumber Kompas

Berita Terkait

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas
Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026
Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT
Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk
Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan
Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dilengkapi Asrama hingga Kolam Retensi

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:51 WIB

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 21:07 WIB

Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk

Berita Terbaru