SMAN 13 Bandung Terancam Eksekusi, DPRD Jabar Soroti Lemahnya Tata Kelola Aset Pendidikan

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Ancaman eksekusi terhadap SMAN 13 Bandung menuai perhatian serius dari DPRD Jawa Barat. Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, menilai kasus ini menjadi sinyal peringatan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar lebih teliti dan profesional dalam mengelola aset pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan status kepemilikan lahan sekolah.

SMAN 13 Bandung yang berada di Jalan Raya Cibeureum, Kota Bandung, kini berada dalam situasi rawan setelah muncul klaim kepemilikan tanah oleh pihak ahli waris. Klaim tersebut merujuk pada putusan Peninjauan Kembali Nomor 653 PK/Pdt.G, yang kemudian diperkuat dengan pemasangan papan sengketa di area sekolah bertuliskan “Tanah Ini Milik Para Ahli Waris Nyi Mas Entjeh”.

Menanggapi persoalan ini, Zaini menyebut bahwa situasi tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan aset oleh Pemprov Jabar, khususnya dalam penataan wilayah administratif dan kepastian hukum kepemilikan lahan.

“Ini kembali menunjukkan kurang cermatnya tata kelola aset di lingkungan Pemprov Jabar. Dunia pendidikan terdampak langsung, salah satunya SMAN 13 Bandung yang kini terancam akibat putusan peninjauan kembali,” ujar Zaini, Senin (9/2/2026).

Politisi PPP itu juga mengingatkan bahwa persoalan aset pendidikan bukan hal baru. Bahkan sebelum kasus SMAN 1 Bandung mencuat, telah teridentifikasi ratusan aset milik Pemprov Jabar yang berdiri di atas lahan bukan milik pemerintah provinsi.

“Sejak jauh hari sudah ada data sekitar 128 aset Provinsi Jawa Barat yang berdiri di atas tanah non-milik Pemprov, termasuk SLB, SMAN, dan SMKN. Ini seharusnya sudah ditata dan diamankan secara serius, terutama dari sisi hukum,” tegasnya.

Zaini menilai lemahnya inventarisasi dan pengamanan aset berpotensi memicu konflik serupa di masa depan dan dapat mengganggu keberlangsungan dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya kepastian hukum atas seluruh aset sekolah agar proses belajar mengajar tidak terganggu oleh persoalan sengketa.

“Supaya kasus seperti SMAN 1 dan SMAN 13 tidak terulang di sekolah lain, harus ada kepastian hukum yang jelas, mulai dari status tanah hingga aspek wilayah administrasi,” katanya.

Ia pun mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat agar lebih aktif dan teliti dalam melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh aset sekolah, khususnya yang berkaitan dengan status lahan dan aspek legalitas.

“Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan harus benar-benar melakukan inventarisasi secara detail, sehingga dari ketelitian itu aset pendidikan bisa diproteksi sejak dini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemkot Bandung Targetkan Seluruh Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan pada 2028
Penumpang Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Tembus 2.200 Orang Per Hari
52 Dapur MBG di Cimahi dan Bandung Barat Kena Suspend, Ini Penyebabnya
ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT
BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU
BPBD Kota Bandung Soroti Belum Adanya Pengalihan Aliran Air dari Hulu Usai Banjir di Cipaganti
Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+
Job Fair Majalaya Sediakan Ratusan Lowongan, Kemenaker Apresiasi Inovasi Gerai Bursa Kerja Kabupaten Bandung

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:53 WIB

Pemkot Bandung Targetkan Seluruh Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan pada 2028

Jumat, 6 November 2026 - 08:35 WIB

Penumpang Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Tembus 2.200 Orang Per Hari

Rabu, 4 November 2026 - 07:11 WIB

52 Dapur MBG di Cimahi dan Bandung Barat Kena Suspend, Ini Penyebabnya

Senin, 2 November 2026 - 16:04 WIB

ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Berita Terbaru