Peci Legendaris M. Iming, Pertahankan Kualitas Hingga Bertahan Satu Abad

- Jurnalis

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toko Peci M Iming berdiri sejak tahun 1918 masih tetap eksis dan mampu bertahan hingga 100 tahun atau satu abad.

Toko Peci M Iming berdiri sejak tahun 1918 masih tetap eksis dan mampu bertahan hingga 100 tahun atau satu abad.

Infobandungnews – Peci merupakan penutup kepala yang kemudian berkembang menjadi aksesoris penutup kepala oleh seorang laki-laki muslim untuk beribadah.

Toko Peci Mas Iming atau lebih dikenal dengan sebutan peci M. Iming masih tetap eksis dan mampu bertahan hingga 100 tahun atau satu abad. Sejak berdiri tahun 1918 Peci M. Iming masih mempertahankan kualitasnya.

Ketenaran peci tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekarno. Presiden pertama Indonesia ini memang identik dengan peci hitam yang selalu digunakan dalam setiap aktivitasnya kala itu.

Toko Peci M Iming berdiri sejak tahun 1918 masih tetap eksis dan mampu bertahan hingga 100 tahun atau satu abad.

Menurut keturunan M. Iming generasi keempat, Yuliani Sabana sejarah merek peci legendaris asli Bandung ini dimulai dari sepak terjang pemuda asal Pekalongan, Mas Iming, yang mencoba membuat peci dan menjualnya di emperan toko tahun 1918. Peci itu diberi merek M. Iming.

Sepintas memang tidak ada yang berbeda dari peci M. Iming. Terbuat dari material beludu (velvet), peci M. Iming begitu terkenal di Kota Bandung bahkan hingga nasional.

“Peci Iming itu pertama berdiri tahun 1918, pertamanya ada di Jalan Ahmad Yani, Kosambi dan sudah berusia 105 tahun,” kata Yuliani saat ditemui Humas Bandung di tokonya yang berada di Jalan PHH Mustapa, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

“Sekarang berkembang ada beberapa cabang di Bandung. Salah satunya di sini,” imbuhnya.

Yuliani Sabana Menurut keturunan M. Iming generasi keempat.

Yuliani menuturkan, pada awal membuat peci Mas Iming tidak memiliki pegawai sama sekali. Mas Iming menjahit dan menjual peci buatannya sendiri.

“Awalnya membuat peci ini awalnya menjahit sendiri, dari dia jahit sendiri dijual sendiri karena kan waktu itu belum punya toko hanya di depan rumah jualannya terus lama-lama dari mulut ke mulut,” ujarnya.

Sejak dulu Peci M. Iming dipakai oleh para negarawan, pemimpin daerah, menteri, gubernur, walikota, bahkan presiden. Yuliani mengungkapkan pelanggan pejabat yang sering memakai peci M. Iming di antaranya Ridwan Kamil, Airlangga Hartarto hingga almarhum Mang Oded.

Tenarnya nama peci M. Iming menurut Yuliani dikarenakan sejak awal, bahan yang digunakan untuk membuat peci selalu memakan kualitas terbaik. Selain itu, Mas Iming juga salah satu pioner pembuat peci di Bandung.

“Peci terkenal karena kualitasnya, kita dari zaman pertama dibuat sampai sekarang pemilihan bahan tidak ada yang berubah. Kita mempertahankan kualitasnya,” jelasnya.

Yuliani mengaku dalam sehari memproduksi 10 kodi atau 200 buah leci dalam sehari. Ada beberapa seri mulai dari K, A dan B dengan tipe sorbanis dan kaligrafi.

“Kita tidak produksi banyak karena ingin mempertahankan kualitas,” kata dia.

Adapun jenis peci M. Iming yang paling banyak diburu pembeli ialah peci polos. Meski begitu, peci dengan motif kaligrafi saat ini juga mulai diminati.

Menurutnya juga, peci saat ini sudah menjadi gaya fashion. Minat masyarakat untuk menggunakan peci saat beraktivitas semakin tinggi tiap tahunnya.

“Minat masyarakat menggunakan peci tinggi, bahkan sekarang sudah jadi fashion juga. Dipakai tarawih salat Idulfitri. Anak-anak muda mulai cari yang motif, tapi kalau penjualan peci polos masih banyak,” jelasnya.

Hampir 100 taun atau 1 abad sejak tahun 1918 Peci M Iming masih bertahan.

Untuk harganya, peci M. Iming dibanderol dari Rp180.000 hingga Rp300.000 tergantung jenisnya.

Kini, ia telah memiliki 20 pegawai yang membantunya membuat peci. Bagi warga yang ingin mendapatkan peci berkualitas M. Iming yuk kunjungi tokonya dibeberapa cabang yakni Cabang Jalan PHH Mustata, Jalan Pelajar Pejuang dan Jalan Kopo.(YG-IBN002)***

Sumber Diskominfo kota Bandung

Berita Terkait

Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’
Pemkot Bandung Tertibkan 174 Bangunan Liar di Terusan Pasirkoja, Kembalikan Fungsi Ruang Jalan
Demokrat Kabupaten Bandung Terima Kunjungan KPUD, Perkuat Pemutakhiran Data Partai Melalui SIPOL
HLUN 2026 Jadi Momentum Penguatan Kepedulian terhadap Lansia di Jawa Barat
TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Oktober 2026, Bandung Barat Siapkan 50 Mesin Pengolah Sampah
Dapat Tambahan Penghasilan, Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya
Percantik Koridor Wisata, Pemkot Bandung Benahi 17 Ruas Jalan dan Trotoar Sepanjang 2026
Cimahi Siapkan Mesin Pengolah Sampah di Setiap Kelurahan, Ngatiyana Gandeng Kampus Hadapi Krisis Sarimukti

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:15 WIB

Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:33 WIB

Pemkot Bandung Tertibkan 174 Bangunan Liar di Terusan Pasirkoja, Kembalikan Fungsi Ruang Jalan

Senin, 15 Juni 2026 - 15:26 WIB

Demokrat Kabupaten Bandung Terima Kunjungan KPUD, Perkuat Pemutakhiran Data Partai Melalui SIPOL

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:42 WIB

HLUN 2026 Jadi Momentum Penguatan Kepedulian terhadap Lansia di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Oktober 2026, Bandung Barat Siapkan 50 Mesin Pengolah Sampah

Berita Terbaru

Bandung Raya

Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’

Jumat, 19 Jun 2026 - 08:15 WIB