Diserbu Warga! Pasar Murah di Baleendah Ludes dalam Sejam, 25 Ribu Liter Minyak Goreng dan 3 Ton Beras Habis Terjual

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan didampingi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Saeful Bachri dalam pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Di Desa Malakasari Baleeendah Kabupaten Bandung.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan didampingi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Saeful Bachri dalam pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Di Desa Malakasari Baleeendah Kabupaten Bandung.

Infobandungnews – Baleendah – Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/3/2026) sore. Warga berbondong-bondong datang hingga memadati lokasi kegiatan demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Bahkan, ribuan liter minyak goreng dan tonase beras yang disediakan panitia ludes dalam waktu singkat.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Anggota Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi dan Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Saeful Bachri, yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat.

Dalam kegiatan ini, panitia menyediakan sekitar 25.000 liter minyak goreng, 3 ton beras, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Berdasarkan pantauan di lokasi, komoditas tersebut habis diserbu warga hanya dalam waktu sekitar satu jam setelah kegiatan dimulai.

Anggota Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Efendi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya terjadi kenaikan harga bahan pokok akibat meningkatnya permintaan masyarakat di pasar.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Pak Saeful Bachri yang sedang melaksanakan reses. Kami bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Barat untuk menghadirkan gerakan pangan murah bagi masyarakat. Menjelang Lebaran biasanya harga kebutuhan pokok memang cenderung naik,” ujar Dede Yusuf di sela kegiatan.

Ia menyebutkan, kenaikan harga beberapa komoditas di pasaran bisa mencapai Rp8.000 hingga Rp10.000 dari harga normal. Melalui program pasar murah ini, pemerintah bersama pihak penyelenggara memberikan subsidi sehingga harga kebutuhan pokok dapat ditekan.

“Dengan adanya dukungan dari pemerintah provinsi serta dari kami, harga bisa ditekan. Setidaknya bisa turun sekitar sepertiganya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membagikan 1.000 kupon subsidi kepada masyarakat yang memberikan potongan harga tambahan bagi pembelian bahan pokok.

Dede Yusuf menambahkan, pembelian tidak dibatasi selama masih dalam batas kewajaran konsumsi rumah tangga. Namun panitia tetap melakukan pengawasan agar komoditas tersebut tidak diborong untuk dijual kembali.

“Kegiatan seperti ini sudah berjalan tujuh kali dan dilaksanakan setiap bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pangan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Menurutnya, konflik di sejumlah negara dapat mempengaruhi kondisi ekonomi dunia yang pada akhirnya berdampak pada sektor pangan.

Baca Juga :  Saeful Bachri Terima Safari Kunjungan Polresta dan Forkopimda

“Jika ekonomi melambat, maka yang paling penting adalah memastikan ketersediaan pangan tetap aman. Pasokan untuk kebutuhan 20 sampai 30 hari ke depan harus dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai panjangnya rantai distribusi pangan juga menjadi salah satu penyebab tingginya harga di tingkat konsumen. Sebagai contoh, harga ayam di tingkat peternak bisa sekitar Rp18.000, namun ketika sampai di pasar dapat mencapai Rp35.000 per kilogram.

“Perbedaan harga ini terjadi karena rantai distribusi yang cukup panjang, mulai dari pengepul hingga pasar induk. Hal ini perlu menjadi perhatian agar rantai distribusi bisa lebih efisien,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Saeful Bachri mengatakan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan program kerja sama antara Komisi II DPRD Jawa Barat dan DKPP Jabar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung tersebut, program ini akan terus digelar secara rutin di wilayah Kabupaten Bandung.

“Tahun ini kami mendorong agar setiap bulan ada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bandung. Program ini merupakan bagian dari pokok-pokok pikiran kami sebagai anggota DPRD,” ujarnya.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.

“Ini bukti bahwa masyarakat memang membutuhkan program seperti ini,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Saeful Bachri didampingi Berdasarkan informasi per awal 2026, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat adalah Nining Yuliastiani

Dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram, yang kemudian ditambah dengan voucher Rp10.000 dari penyelenggara. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan potongan harga sekitar Rp12.000 untuk setiap paket bahan pokok.

“Memang tidak besar, tetapi jika diberikan kepada ribuan masyarakat tentu cukup membantu. Setiap kegiatan bisa menjangkau sekitar 2.000 warga,” jelasnya.

Salah seorang warga, Ibu Ani (40) warga Malakasari, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut. Ia menilai selisih harga yang diberikan cukup meringankan pengeluaran keluarganya menjelang Lebaran.

“Hatur nuhun pisan Pak Dede Yusuf, Pak Saeful Bachri. Kabantos pisan. Semoga pasar murah seperti ini sering diadakan, tidak hanya menjelang Lebaran saja,” ujarnya sambil tersenyum dan menunjukkan satu kantong beras serta beberapa kilogram telur dan minyak goreng yang dibelinya.

Berita Terkait

Reses di Ciwidey, Saeful Bachri Tampung Aspirasi Warga soal SPMB 2026 dan Kualitas Program MBG
Pemkot Bogor Resmi Batasi Angkot Berusia Lebih dari 20 Tahun, Operasional Mulai Dihentikan
WIITEX 2026 Jadi Ajang Promosi Kopi dan Kakao Jawa Barat, Saeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao Menuju Sentra Nasional
Saeful Bachri: Aspirasi Warga Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Jawa Barat
Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI
Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”
Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik
Dedi Mulyadi Pantau Penertiban Kios Di Sukajadi, Pedagang Keluhkan Relokasi Belum Jelas

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:48 WIB

Reses di Ciwidey, Saeful Bachri Tampung Aspirasi Warga soal SPMB 2026 dan Kualitas Program MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:38 WIB

Pemkot Bogor Resmi Batasi Angkot Berusia Lebih dari 20 Tahun, Operasional Mulai Dihentikan

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:50 WIB

WIITEX 2026 Jadi Ajang Promosi Kopi dan Kakao Jawa Barat, Saeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao Menuju Sentra Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:24 WIB

Saeful Bachri: Aspirasi Warga Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Jawa Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:38 WIB

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI

Berita Terbaru